Share

Rumus Kimia Kalium Hidroksida: Pengertian dan Fungsinya

Fatmawati, Okezone · Kamis 22 September 2022 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 624 2672530 rumus-kimia-kalium-hidroksida-pengertian-dan-fungsinya-qHtWJL2pMZ.jpg Ilustrasi/Wikipedia

JAKARTA - Salah satu bahan kimia yang banyak digunakan di Indonesia adalah kalium hidroksida atau dikenal juga dengan nama potassium hydroxide ini banyak sekali digunakan dalam industri kimia, pupuk, dan tekstil.

Pertama kali ditemukan oleh Sir Humphry Davy pada tahun 1807. Kalium Hidroksida merupakan senyawa anorganik dengan rumus kimia KOH dimana unsur kalium (K+) mengikat sebuah gugus hidroksil (OH-).

Sama halnya dengan natrium hidroksida, kalium hidroksida juga merupakan basa kuat. Kalium Hidroksida merupakan penamaan dalam Bahasa Indonesia untuk senyawa potassium hydroxide dan dikenal dengan nama lain seperti caustic potash, potassium, dan potassium hydrate.

Kalium hidroksida dapat ditemukan dalam bentuk murni dengan mereaksikan natrium hidroksida dengan kalium tidak murni.

Hal ini biasanya dijual sebagai pelet tembus pandang, yang nantinya menjadi lekat di udara karen KOH merupakan higroskopis.

Hal ini menyebabkan KOH mengandung berbagai jumlah air serta karbonat. Larutan berair ini terkadang disebut cairan alkali kalium. Bahkan pada suhu tinggi, padatan KOH tidak mengalami dehidrasi dengan mudah.

Selama ini di kebutuhan KOH di Indonesia didapatkan dengan impor dari berbagai industri di Eropa maupun di Asia Tenggara

Sehingga untuk memenuhi kebutuhan KOH di dalam negeri maka didirikanlah pabrik KOH ini agar Indonesia mampu mengurangi impor dan bisa menaikkan devisa Negara dengan cara ekspor KOH tersebut. Serta merangsang pertumbuhan industri-industri lain di Indonesia.

Fungsi Kalium Hidroksida

 

KOH dan NaOH dapat digunakan secara bergantian untuk sejumlah aplikasi, meskipun dalam industri NaOH lebih disukai karena biayanya lebih murah.

1. Prekursor bagi senyawa kalium lain

Banyak garam kalium dibuat dengan reaksi netralisasi yang melibatkan KOH. Garam Kalium dari karbonat, sianida, permanganat, fosfat, dan berbagai silikat disusun dengan cara memperlakukan baik oksidanya atau asamnya dengan KOH.

2. Pembuatan biodiesel

Meski lebih mahal daripada menggunakan natrium hidroksida, KOH justru bekerja dengan baik dalam pembuatan biodiesel melalui transesterifikasi dari trigliserida dalam minyak nabati.

Kalium hidroksida berguna sebagai suplemen makanan murah untuk ternak, setelah metanol beracun dihilangkan.

3. Pembuatan Sabun

Saponifikasi dari lemak dengan KOH digunakan untuk mempersiapkan "sabun kalium" yang sesuai, yang lebih lembut dibandingkan sabun pada umumnya.

Karena kelembutan dan kelarutan yang lebih besar, sabun kalium membutuhkan lebih sedikit air untuk mencairkan, dan dengan demikian lebih banyak pembersih jika dibandingkan sabun cair natrium.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini