Share

Perguruan Tinggi dan Industri Didorong Harus Berkolaborasi Ciptakan SDM Unggul

Binti Mufarida, Sindonews · Sabtu 17 September 2022 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 17 65 2669576 perguruan-tinggi-dan-industri-didorong-harus-berkolaborasi-ciptakan-sdm-unggul-zqi4R6lfma.jpg Sekretrasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Seskemenko PMK) Y.B Satya Sananugraha/Istimewa

JAKARTA - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Seskemenko PMK) Y.B Satya Sananugraha mendorong agar perguruan tinggi dan industri harus berkolaborasi untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

Pria yang akrab dipanggil Sani ini menjadi pembicara kunci dalam kegiatan Seminar Nasional Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan mengatakan perguruan tinggi adalah lumbung IPTEK dan memiliki SDM yang mampu menghasilkan inovasi untuk dapat diterapkan di dunia industri.

Dia juga mengungkapkan industri dapat memberikan dukungan kepada perguruan tinggi dalam penelitian maupun pengembangan serta penggunaan hasil riset secara berkesinambungan.

“Sinergitas ini diharapkan dapat mewujudkan SDM unggul yang berdampak pada kedaulatan bangsa dalam teknologi dan inovasi untuk membangun perekonomian bangsa,” ujar Sani dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (17/9/2022).

Sani mengatakan sebagai upaya untuk menciptakan SDM yang kompeten dan berdaya saing, Pemerintah telah menerbitkan Perpres Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.

Perpres tersebut, jelas Sani, dimaksudkan untuk mengubah paradigma pendidikan vokasi dari yang selama ini berorientasi suplai (supply driven) menjadi berorientasi kebutuhan pasar kerja (demand driven).

“Perlu dilakukan berbagai transformasi dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi dengan mengedepankan peran Dunia Usaha Dunia Industri dan Dunia Kerja (DUDIKA),” ujarnya.

Menurut Sani, untuk menciptakan SDM unggul, berkualitas, dan berdaya saing, pembenahan vokasi harus dilakukan menyeluruh mulai dari penyelarasan kurikulum, penyediaan sarana prasarana, penyediaan pendidik dan instruktur, penyediaan akses magang atau praktik di DUDIKA, sampai pada akreditasi lembaga dan sertifikasi kompetensi lulusan sebagai penjaminan mutu.

Dia pun meminta Kampus UNNES bisa mengimplementasikan amanat Perpres Nomor 68 Tahun 2022, untuk menyiapkan tenaga kerja yang unggul, berdaya saing, terampil, bermutu, dan kompeten sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

“Saya juga berharap Universitas Negeri Semarang ini mampu menangkap peluang kerjasama dengan industri. Perguruan tinggi akan lebih berkembang apabila melakukan berbagai kerjasama dengan DUDIKA,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini