Share

Rektor Unair soal Perubahan Sistem Seleksi PTN: Linearitas antara SLTA dan Perguruan Tinggi Tetap Dipertimbangkan

Natalia Bulan, Okezone · Senin 12 September 2022 10:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 12 65 2665498 rektor-unair-soal-perubahan-sistem-seleksi-ptn-linearitas-antara-slta-dan-perguruan-tinggi-tetap-dipertimbangkan-NTtggkC1yh.jpg Rektor Unair Profesor Nasih/Dok. Unair

SURABAYA - Rektor Universitas Airlangga (Unair) Profesor Dr. Mohammad Nasih, SE, MT., Ak menanggapi perubahan sistem Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Diketahui, beberapa waktu yang lalu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengumumkan perubahan tersebut saat peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-22 pada 7 September yang lalu.

Dalam sistem yang baru, pemerintah menghapus tes mata pelajaran atau Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Menurut Nadiem, materi TKA dalam SBMPTN dirasa sangat membebani peserta didik maupun guru saat ujian dilakukan dengan menggunakan banyak materi daribanyak mata pelajaran yang secara tidak langsung memicu turunnya kualitas pembelajaran.

Tak hanya itu, ada banyak siswa yang harus melakukan bimbingan belajar (bimbel) di luar sekolah.

Profesor Nasih menuturkan bahwa hal tersebut perlu diperinci dan ditinjau ulang, terutama mengenai lintas jurusan. Karena menurutnya, peminatan sejak SLTA tetap perlu dipertimbangkan agar peserta didik dapat mengikuti perkuliahan dengan baik.

“Meskipun sesungguhnya tesnya adalah tes skolastik semata, tetapi di semua hal termasuk kemungkinan akan ada persyaratan tertentu di prodi-prodi tertentu itu,” ujarnya dikutip dari laman resmi Unair, Senin (12/9/2022).

Baginya, linearitas antara SLTA dan perguruan tinggi tetap harus dipertimbangkan. Karena pada jenjang universitas, mahasiswa juga dituntut untuk memiliki dasar yang cukup mumpuni untuk mengikuti mata kuliah yang diajarkan.

“Walaupun ini tidak bisa menjadi syarat program studi, maka kita bisa meminta portofolio untuk program studi-program studi yang ada di Unair. Sehingga pendaftar nantinya, setidaknya harus menyerahkan rapor mata pelajaran yang relevan dengan program studi yang ada,” jelasnya.

Profesor Nasir menjelaskan bahwa hal itu sebagai penghargaan bagi para siswa yang telah menempuh pelajaran selama tiga tahun di SLTA.

Artinya, apa yang didapatkan sebelumnya tidak akan berakhir sia-sia. Ketika merdeka belajar justru diartikan sebagai kebebasan yang terlalu liberal, maka hal tersebut adalah pemborosan.

“Kami selalu memberikan warning bagi masyarakat, bahwa setiap program studi itu memerlukan bekal khusus agar bisa lancar dalam menempuh studinya dan juga kami tidak segan-segan untuk memberikan evaluasi pada satu tahun pertama,” tambahnya.

Tambahan, Rektor pun menekankan bahwa pendaftaran jalur mandiri Unair akan dijamin transparansi dan kejujurannya.

Ia pun menyampaikan akan memberikan uang bagi mereka yang mampu melaporkan dengan disertai bukti apabila terdapat kasus suap-menyuap dalam pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini