Share

7 Menteri Jokowi yang Lulusan Teknik, Alumni UGM dan ITB Mendominasi

Stefani Ira Pratiwi, Litbang Okezone · Minggu 28 Agustus 2022 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 27 65 2655776 7-menteri-jokowi-yang-lulusan-teknik-alumni-ugm-dan-itb-mendominasi-GmzawPO2YC.jpg Menteri Sosial Tri Rismaharini/Okezone

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi melakukan perombakan (reshuffle) dalam jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju. Perubahan ini menjadi kali ketiganya perombakan dilakukan.

Reshuffle pertama dilakukan setahun setelah pembentukan Kabinet Indonesia Maju yaitu pada Rabu (23/9/2019).

Dalam perombakan tersebut, Presiden Jokowi melantik 6 menteri. Reshuffle kedua dilakukan pada Rabu (28/4/2021) dengan membentuk kementerian baru hasil dari peleburan dua kementerian.

Terakhir, reshuffle ketiga dilakukan pada bulan Juni lalu dengan melantik dua menteri untuk menggantikan menteri lama.

Seluruh 34 jajaran menteri telah ditetapkan dan menjalankan tugasnya sesuai dengan perannya masing-masing.

Mereka merupakan seorang profesional di bidangnya dan memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda.

Namun ternyata di antara ke-34 menteri tersebut, ada beberapa menteri yang memiliki latar belakang yang sama yaitu sebagai lulusan teknik. Berikut merupakan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju lulusan teknik.

1. Airlangga Hartarto, Menko Bidang Perekonomian

Sempat mengemban jabatan sebagai Menteri Perindustrian di tahun 2015, kini Airlangga Hartarto merupakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dengan masa jabatan 2019-2024.

Semasa di bangku perkuliahan, Airlangga Hartarto mengenyam pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Saat itu Airlangga memilih Fakultas Teknik Mesin sebagai bidang keilmuan yang ia tekuni. Ia kemudian mendapatkan gelar sarjana teknik ketika lulus pada tahun 1987.

Airlangga juga memiliki beberapa rekam jejak berkiprah dalam bidang keteknikan. Pada tahun 2006, Airlangga Hartarto menjadi Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) hingga 2009.

Lalu di tahun 2009, ia diangkat sebagai Ketua Dewan Insinyur PII. Di kancah internasional, ia mendapat penghargaan ASEAN Engineering Honorary pada konferensi dari Asean Federation of Engineering Organization di Myanmar tahun 2004.

2. Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Basuki Hadimuljono dipercaya untuk mengemban tugas sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat selama dua periode, yaitu 2014-2019 dan 2019-2024.

Sama seperti Menko Bidang Perekonomian, Basuki juga menempuh pendidikan untuk tingkat sarjana di Universitas Gadjah Mada (UGM). Saat itu ia menempuh pendidikan di jurusan Teknik Geologi.

Tidak berhenti di situ, Basuki melanjutkan pendidikan magister dan doktoral dalam kebidangan teknik juga. Bedanya kali ini ia melanjutkan pendidikan untuk jurusan Teknik Sipil di Colorado State University, Amerika Serikat.

3. Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan

Budi Karya Sumadi menjabat sebagai Menteri Perhubungan terhitung sejak 27 Juli 2016. Menteri kelahiran 18 Desember 1956 ini menyelesaikan pendidikan sarjananya di jurusan Teknik Arsitektur di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1981.

Saat berkuliah, Budi tercatat sebagai mahasiswa berprestasi. Pada tahun 1979 Budi menjadi asisten Perencana Design Center Fakultas Teknik dan Asisten Dosen Jurusan Arsitek.

4. Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan

Meskipun menjabat sebagai menteri di bidang kesehatan, ia memiliki latar belakang pendidikan nuklir.

Menteri Kesehatan ini meraih gelar sarjana bidang Fisika Nuklir di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1988.

Selama berkarier di dunia profesional, ia pernah menjadi Staf Teknologi di IBM Asia Pasific, Tokyo, Jepang sebagai staf Teknologi Informasi.

5. Tri Rismaharini, Menteri Sosial

Sebelum menjadi Menteri Sosial, Risma dikenal sebagai wali kota yang berprestasi dan tegas. Meskipun berkiprah dalam bidang pelayanan masyarakat, Risma ternyata memiliki latar belakang dari pendidikan arsitektur.

Pada tahun 1987, Risma berhasil mendapatkan gelar sarjana dari jurusan Teknik Arsitektur di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Seusai itu, ia kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana untuk bidang Manajemen Pembangunan Kota di kampus yang sama. Dari ITS, Risma sempat mendapatkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa pada 4 Maret 2015.

Gelar kehormatan tersebut diberikan dalam bidang Manajemen Pembangunan Kota di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan.

6. Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral

Dalam Kabinet Indonesia Maju, Arifin Tasrif bertanggung jawab sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pada tahun 1977, mantan Duta Besar Indonesia ini menyelesaikan studinya di Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB).

Adapun prestasi yang pernah ia raih sebagai insinyur adalah penghargaan Honorary Fellowship Award dari ASEAN Federation of Engineering Organization (AFFO).

Penghargaan ini ia dapatkan atas kontribusinya sebagai insinyur di Asia Tenggara pada 2011.

7. Suharso Monoarfa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional

Pernah menjabat sebagai Menteri Perumahan Rakyat, kini Suharso mendapatkan kepercayaan lagi untuk menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional di Kabinet Indonesia Maju.

Ia merupakan satu almamater dengan Arifin Tasrif. Suharso menyelesaikan pendidikan sarjana di jurusan Planologi Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1978.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini