"Mr Earl menyarankan istilah etnografi "Indunesian", tetapi menolaknya dan mendukung 'Malayunesian'. Saya lebih suka istilah geografis murni 'Indonesia', yang hanya sinonim yang lebih pendek untuk Pulau-pulau Hindia atau Kepulauan Hindia"
Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama 'Indonesia' dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.
Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah 'Indonesia' adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara).
Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Persbureau.
Nama Indonesisch (pelafalan Belanda untuk 'Indonesia') juga diperkenalkan sebagai pengganti Indisch ('Hindia') oleh Profesor Cornelis van Vollenhoven (1917).
Sejalan dengan itu, inlander ('pribumi') diganti dengan Indonesiër ('orang Indonesia').
(Natalia Bulan)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik