Share

4 Pemuda Paling Berpengaruh Selama Perang Kemerdekaan Indonesia!

Rina Anggraeni, Okezone · Senin 08 Agustus 2022 12:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 08 624 2643895 4-pemuda-paling-berpengaruh-selama-perang-kemerdekaan-indonesia-diX9r3Sraa.jpeg Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Ada 4 pemuda paling berpengaruh selama perang kemerdekaan Indonesia!. - Perang yang terjadi pada masa penjajahan hingga pascakemerdekaan Indonesia membuat beberapa tokoh harus gugur dalam usia muda. Mereka rela bersimpah darah demi mempertahankan Tanah Air. 

Berikut 4 pemuda paling berpengaruh selama perang kemerdekaan Indonesia yang dirangkum Okezone dari berbagai sumber:

1. Slamet Riyadi

Memiliki nama lengkap Ignatius Slamet Rijadi, ia adalah tokoh penting TNI yang lahir pada 26 Juli 1926 di Surakarta. Slamet merupakan orang yang pertama kali mencetuskan ide dibentuknya Kopassus, pasukan elit kepunyaan TNI AD.

Slamet menginginkan adanya satuan yang bisa bergerak tepat dan cepat denga peralatan mumpuni di lapangan. Sehingga, bisa lebih siap menghadapi musuh di medan pertempuran.

Akan tetapi, gagasan dan keinginan itu baru bisa diimplementasikan oleh Alex Kawilarang pada 16 April 1952. Sebab, Slamet gugur saat pertempuran RMS di Ambon pada 4 November 1950. Setelah wafat, ia dikebumikan di kebun kelapa di sekitaran wilayah Ambon. Jasadnya baru dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan, Ambon setelah kondisi di tempat itu kondusif.

2.Jenderal Soedirman

Dia merupakan seorang perwira tinggi di Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Dalam catatan perjuangan kemerdekaan Indonesia, ia tercatat sebagai salah satu pahlawan yang sangat dicintai dan dikagumi oleh rakyat Indonesia. ia merupakan panglima besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) pertama.

Sosok yang dikenal sangat berwibawa dan hidupnya yang sederhana pun membuat Jenderal Soedirman semakin dikagumi. Keistimewaan Jenderal Soedirman lainnya, ialah perannya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia memilih masuk ke hutan untuk bergerilya melawan pasukan Belanda, meskipun kondisinya saat itu sedang tidak sehat.

3. Margonda

Pemuda itu Margonda, pejuang yang mati muda pada usia 27 tahun dalam peristiwa Gedoran Depok 16 November 1945 lalu.

Peristiwa Gedoran Depok tak lepas dari kisah saudagar VOC Cornelis Chastelein yang menjadikan Depok sebagai daerah otonom sejak 1714. Daerah otonom yang dikenal Het Gemeente Bestuur Van Het Particuliere Land Depok juga melakukan Pemilu dan miliki kepala negara.

Saat proklamasi 17 Agustus 1945, pemerintah Depok enggan mengakui kemerdekaan bangsa Indonesia yang dikumandangkan Soekarno-Hatta. Dekatnya jarak Jakarta-Depok tak ayal menjadikan kota ini langsung diserbu pejuang kemerdekaan.

4.Daan Mogot

Daan Mogot tercatat sebagai anggota dan pelatih Pembela Tanah Air (PETA) di Bali dan Jakarta pada 1942–1945. Kemudian dia bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Jakarta. Sejumlah mantan perwira PETA turut bergabung, di antaranya Singgih, Daan Jahja, Kemal Idris, Daan Mogot, Islam Salim, Jopie Bolang, Oetardjo, Sadikin (Resimen Cikampek), dan Darsono (Resimen Cikampek).

Dengan perjuangannya, namanya pun dijadikan jalan di ibu kota. Jalan Daan Mogot sendiri memiliki jalur sepanjang 27,5 kilometer ini dikenal cukup padat dilalui pengendara, baik yang hendak ke wilayah Tangerang Banten maupun Jakarta.

Itulah infotmasi 4 pemuda paling berpengaruh selama perang kemerdekaan Indonesia.

(RIN)

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini