Peristiwa Gedoran Depok tak lepas dari kisah saudagar VOC Cornelis Chastelein yang menjadikan Depok sebagai daerah otonom sejak 1714. Daerah otonom yang dikenal Het Gemeente Bestuur Van Het Particuliere Land Depok juga melakukan Pemilu dan miliki kepala negara.
Saat proklamasi 17 Agustus 1945, pemerintah Depok enggan mengakui kemerdekaan bangsa Indonesia yang dikumandangkan Soekarno-Hatta. Dekatnya jarak Jakarta-Depok tak ayal menjadikan kota ini langsung diserbu pejuang kemerdekaan.
4.Daan Mogot
Daan Mogot tercatat sebagai anggota dan pelatih Pembela Tanah Air (PETA) di Bali dan Jakarta pada 1942–1945. Kemudian dia bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Jakarta. Sejumlah mantan perwira PETA turut bergabung, di antaranya Singgih, Daan Jahja, Kemal Idris, Daan Mogot, Islam Salim, Jopie Bolang, Oetardjo, Sadikin (Resimen Cikampek), dan Darsono (Resimen Cikampek).
Dengan perjuangannya, namanya pun dijadikan jalan di ibu kota. Jalan Daan Mogot sendiri memiliki jalur sepanjang 27,5 kilometer ini dikenal cukup padat dilalui pengendara, baik yang hendak ke wilayah Tangerang Banten maupun Jakarta.
Itulah infotmasi 4 pemuda paling berpengaruh selama perang kemerdekaan Indonesia.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik