Slamet menginginkan adanya satuan yang bisa bergerak tepat dan cepat denga peralatan mumpuni di lapangan. Sehingga, bisa lebih siap menghadapi musuh di medan pertempuran.
Akan tetapi, gagasan dan keinginan itu baru bisa diimplementasikan oleh Alex Kawilarang pada 16 April 1952. Sebab, Slamet gugur saat pertempuran RMS di Ambon pada 4 November 1950. Setelah wafat, ia dikebumikan di kebun kelapa di sekitaran wilayah Ambon. Jasadnya baru dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan, Ambon setelah kondisi di tempat itu kondusif.
2.Jenderal Soedirman
Dia merupakan seorang perwira tinggi di Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Dalam catatan perjuangan kemerdekaan Indonesia, ia tercatat sebagai salah satu pahlawan yang sangat dicintai dan dikagumi oleh rakyat Indonesia. ia merupakan panglima besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) pertama.
Sosok yang dikenal sangat berwibawa dan hidupnya yang sederhana pun membuat Jenderal Soedirman semakin dikagumi. Keistimewaan Jenderal Soedirman lainnya, ialah perannya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia memilih masuk ke hutan untuk bergerilya melawan pasukan Belanda, meskipun kondisinya saat itu sedang tidak sehat.
3. Margonda
Pemuda itu Margonda, pejuang yang mati muda pada usia 27 tahun dalam peristiwa Gedoran Depok 16 November 1945 lalu.