Share

PPDB SMP di Wilayah Ini Orangtua Siswa Hanya Terpaku Pada Pilihan Zonasi

Adi Haryanto, Koran SI · Jum'at 01 Juli 2022 17:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 624 2622001 ppdb-smp-di-wilayah-ini-orangtua-siswa-hanya-terpaku-pada-pilihan-zonasi-wCWPAQyf0s.jpg Ilustrasi/Okezone

BANDUNG BARAT - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah berakhir Kamis (30/6/2022).

Kini orangtua harap-harap cemas menunggu hasil pengumuman kelulusan anaknya yang rencananya akan diumumkan pada Senin (4/7/2022).

"PPDB tingkat SMP di KBB di mulai dari tanggal 20-30 Juni 2022 dan hasilnya akan umumkan pada 4 Juli 2022 mendatang," kata Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan, KBB, Rustiyana, Jumat (1/7/2022).

Menurutnya bagi yang tidak diterima di sekolah pilihan mereka masih ada pendaftaran tahap kedua dengan mencari sekolah lain.

Termasuk juga mendaftar ke sekolah swasta jika daya tampung di sekolah negeri sudah penuh, terlebih di sekolah yang ada di wilayah perkotaan.

Namun untuk sekolah negeri yang ada di wilayah selatan KBB biasanya kuota siswanya masih kosong.

Ini dikarenakan siswa yang sekolah masih terbatas sehingga persaingan tidak terlalu ketat, mengingat jumlah penduduknya tidak terlalu padat seperti di wilayah Ngamprah, Padalarang, dan Lembang.

"Sebenarnya ke sekolah swasta atau negeri sekarang sama saja, karena mendapatkan BOS dan sudah tidak berbiaya. Kecuali sekolahnya yang sudah bertaraf internasional, itu biaya sendiri," ucapnya.

Rustiyana melanjutkan, meski sudah melakukan sosialisasi di jenjang SD hingga SMP yang dituju para siswa, namun masih menyisakan sejumlah permasalahan.

Seperti kebanyakan orang tua siswa hanya memilih jalur zonasi. Padahal ada jalur prestasi, afirmasi dan perpindahan orang tua.

Opsi itu belum dimaksimalkan padahal kuotanya lumayan besar. Yakni jalur zonasi sebanyak 50%, afirmasi 20%, perpindahan orang tua 5%, dan prestasi 25%.

Kalau orangtua yang kurang mampu dan memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) bisa mengambil jalur afirmasi.

"Kebanyakan terpaku ke jalur zonasi yang hitungannya jarak terdekat ke sekolah. Padahal jalur prestasi, afirmasi, dan perpindahan orang tua, persentasenya juga besar, hanya tidak banyak yang memanfaatkan," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini