Share

Sebanyak 40.594 Peserta Ikuti CBT UM UGM 2022, Siap Rebutkan 3.552 Kuota yang Disediakan

Priyo Setyawan, Koran SI · Senin 27 Juni 2022 10:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 65 2618763 sebanyak-40-594-peserta-ikuti-cbt-um-ugm-2022-siap-rebutkan-3-552-kuota-yang-disediakan-p0Wps3YJ9L.jpg Peserta CBT UM UGM 2022, Minggu (26/6/2022)/Dok. UGM

YOGYAKARTA - Sebanyak 40.594 peserta mengukuti Computer Based Test Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada (CBT UM UGM) 2022.

Rincian peserta tersebut terdiri dari peserta Saintek sebesar 36.135, Soshum 14.060 peserta, dan Campuran 399 peserta.

Dari jumlah tersebut, ada 16 peserta berkebutuhan khusus. Mereka akan memperebutkan 3.552 kuota mahasiswa baru yang diterima UGM melalui jalur ini.

CBT UM UGM 2022 dilaksanakan di dua kota, yakni Yogyakarta dan Jakarta selama 10 hari, dari 25 Juni-4 Juli 2022. Di Yogyakarta diikuti 36.135 peserta sedangkan di Jakarta diikuti 6.091 peserta.

Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Sri Peni Wastutiningsih mengatakan CBT UM UGM ini menyediakan 3552 kursi atau 40 persen kuota dari total 8932 jumlah calon mahasiswa baru (Camaba) UGM 2022.

Untuk memperlancar pelaksanaan ujian, panitia menyiapkan 23 lokasi dengan 100 ruangan yang berada di 19 Fakultas, sekolah vokasi, ruang perpustakaan dan kampus UGM Jakarta. Selama ujian berlangsung, panitia mengerahkan 691 orang pengawas dan 2.031 teknisi ruang.

“Selain itu ada 300 tenaga medis yang berasal dari UKM Unit Kesehatan Mahasiswa dan 200 orang tenaga bantu dari kalangan mahasiswa,” katanya usai mendamapingi Rektor UGM, Prof. Ova Emilia meninjau CBT UM UGM di UGM, Minggu (26/6/2022).

Rektor UGM Profesor Ova Emilia, menjelaskan untuk meastika pelaksanaan CBT UM berjalan lancar, selain melakukan monitoring dan evaluasi juga meninjau fasilitas ruangan, fasilitas komputer, laptop hingga tablet, serta fasilitas jaringan server yang tersedia di lokasi ujian. Termasuk memastikan penerapan pelaksanaan protokol kesehatan di setiap ruangan terjamin untuk mencegah penyebaran covid-19.

“Sebelum masuk ruangan, mereka juga diminta cuci tangan dan diperiksa suhu tubuhnya agar tidak lebih dari 37 derajat celcius. Sehingga bisa aman bagi kita semua,” terang Ova Emilia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini