Share

Mahasiswa Unair Sabet Medali Perak di Kompetisi Internasional IICYMS 2022

Tim Okezone, Okezone · Senin 20 Juni 2022 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 65 2614696 mahasiswa-unair-sabet-medali-perak-di-kompetisi-internasional-iicyms-2022-skQK2Aau8b.jpeg Tim beserta dosen Psikologi Unair Atika Dian Ariana S.Psi, MSc./Dok. Unair

JAKARTA - Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional.

Mereka adalah Sulthan Fathi Nur Alauddin, Ardelia Bertha Prastika, Syadilla Rahamsyah, Intan Fairuz Zakia, dan Bernika Citra Dwi Prasetya.

Kelima mahasiswa ini berasal dari berbagai lintas jurusan dan angkatan Unair, berhasil memperoleh medali perak kategori social life International Invention Competition For Young Moslem Scientist (IICYMS) 2022.

Diketahui, kompetisi itu diselenggarakan pada 21 Mei - 14 Juni 2022 di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Jawa Barat.

Dikutip dari laman resmi Unair, Sulthan Fathi Nur Alauddin yang merupakan ketua tim, menjelaskan bahwa ide yang diusung adalah Nuqof: Halal Water Treatment Device With Ocimum Sanctum L Based on Crowdfunding Wakaf as an Effort to Empowering Drought-Affected Community to Support SDGS 2030.

“Optimalisasi wakaf di Indonesia yang belum maksimal menjadi latar belakang kelompok kami untuk mengembangkan sebuah instalasi pengolahan air minum yang nantinya insya Allah berbasis waqaf,” ungkapnya.

Ide yang diusulkan, sambung Sulthan, yaitu pengadaan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan dengan sistem waqaf.

Pengadaan air bersih tersebut memiliki konsep filtrasi yang mengabungkan tiga filtrasi berupa keramik, kemangi, dan batu alam zeolite.

“Sehingga nantinya budaya waqaf di Indonesia tidak hanya diperuntukan bagi masjid, pesantren saja, akan tetapi hal-hal yang menyangkut kemanusiaan lainnya seperti pengadaan air bersih,” jelasnya.

Dari adanya ide tersebut, Sulthan berharap wilayah di Indonesia yang mengalami kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih dapat teratasi dengan adanya Nuqof tersebut.

Sehingga di Indonesia tidak terdapat wilayah-wilayah yang mengalami kekurangan air bersih maupun air layak konsumsi.

“Harapannya tidak ada lagi lokasi-lokasi kekeringan di Indonesia, khususnya yang airnya itu masih tidak layak minum, tidak layak konsumsi, atau tidak layak digunakan,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini