Share

Pakar Psikologi Unair Jelaskan Alasan di Balik Aksi Adang Truk Demi Konten

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 17 Juni 2022 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 624 2613231 pakar-psikologi-unair-jelaskan-alasan-di-balik-aksi-adang-truk-demi-konten-XLVpiCvbdd.jpg Pakar Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Dr. Wiwin Hendriani S.Psi, M.Si/Dok. Unair

SURABAYA - Aksi adang truk demi konten sempat viral baru-baru ini di media sosial dan bahkan memakan korban hingga tewas.

Hal ini tentunya menjadi hal yang cukup meresahkan masyarakat mengingat tindakan yang dilakukan membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Dr. Wiwin Hendriani S.Psi, M.Si, menjelaskan sejumlah alasan di balik aksi tersebut.

Menurutnya, mengadang truk demi konten media sosial adalah bagian dari persoalan perilaku remaja sebagai akibat dari proses belajar yang salah dalam menghadapi tren di media sosial.

Ketua Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia (IPPI) ini juga mengungkapkan bahwa remaja masih berada di tahap perkembangan dan belum sepenuhnya matang.

Sehingga, mereka masih berproses untuk mengenali dan membentuk identitas diirinya.

“Hal ini bermuara pada sikap dan perilaku remaja yang labil, mudah terbawa pengaruh sekitar, mudah terstimulasi oleh hal-hal yang menarik baginya, dan banyak didorong oleh kebutuhan memperoleh pengakuan orang lain,” jelas Wiwin dikutip dari siaran resmi Unair.

Perang Orangtua dan Keluarga

Wiwin kembali menjelaskan hal pertama yang dapat dilakukan untuk mengatasi maraknya aksi adang truk demi konten adalah orangtua dan keluarga fokus pada pendampingan remaja.

Pendampingan oleh orangtua dan keluarga ini dapat diukur melalui dua pertanyaan.

- Sudah cukupkan memberikan stimulasi perkembangan yang mampu menguatkan kontrol diri anak selama ini?

- Sudah tepatkah langkah orangtua dan keluarga dalam membantu anak memahami dirinya dengan baik, mampu mengelola emosinya, dan memiliki wawasan serta keterampilan sosial yang memungkinkannya memilih perilaku yang tepat di tengah beragamnya pengaruh di sekitar?

“Pada banyak kasus dari anak dan remaja yang memunculkan problem perilaku, sering ditemukan data, (yang diakibatkan, Red) kurang baiknya relasi anak dengan orangtua,” jelas Wiwin.

Bahkan, lanjutnya, tidak jarang persoalan perilaku pada remaja timbul akibat adanya konflik atau ketidaknyamanan dalam keluarga.

Akibatnya, remaja mengalihkan konflik itu dengan mencari kesenangan atau pengakuan di tempat lain.

Wiwin menjelaskan bahwa orangtua perlu menyadari bahwa mendampingi perkembangan remaja tidak dapat disamakan begitu saja dengan mengasuh anak-anak.

Mengingat, setiap tahapan memiliki kekhasan karakteristik dan kebutuhan masing-masing. Untuk itu, orang tua perlu melakukan berbagai penyesuaian.

“Pendampingan yang mendukung perkembangan kemampuan berpikir remaja perlu dilakukan dengan memperbanyak ruang dialog dan diskusi, dengan meluaskan pula topik pembicaraan yang dapat memberikan stimulasi lebih dan memperkaya pengetahuan remaja dengan berbagai macam wawasan,” terangnya.

Peran Lingkungan Sekitar

Selain orang ua dan keluarga, mengutip Teori Ekologi oleh Bronfenbrenner, Wiwin menegaskan bahwa sekolah yang di dalamnya terdapat guru dan teman sebaya adalah bagian dari mikrosistem tumbuh kembang individu yang perlu dioptimalkan peran-peran positifnya dalam tumbuh kembang remaja.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini