Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Cara Mengasah Berpikir Kritis Saat Mengerjakan Skripsi

Agregasi Satupersen , Jurnalis-Senin, 06 Juni 2022 |16:03 WIB
5 Cara Mengasah Berpikir Kritis Saat Mengerjakan Skripsi
Ilustrasi/Pixabay
A
A
A

JAKARTA - Apakah kamu saat ini sedang mempersiapkan diri untuk mengambil mata kuliah skripsi? Ataukah baru saja memulai perjalanan skripsimu?

Dalam melakukan penelitian termasuk skripsi, penting untuk memiliki soft skill yang mendukung kamu untuk bisa menjalani proses skripsi dengan lancar.

Salah satu soft skill atau keterampilan tersebut yaitu kemampuan berpikir kritis.

Apa itu Kemampuan Berpikir Kritis?

Kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan menganalisa atau menelaah informasi, data, dan bukti-bukti yang ada untuk bisa membuat penilaian dan kesimpulan.

Berpikir kritis berarti berpikir secara hati-hati sebelum sampai pada kesimpulan tertentu.

Kemampuan berpikir kritis meliputi:

1.Menelaah dan menimbang suatu argumen

2. Mengevaluasi bukti-bukti yang ada

3. Membedakan mana fakta dan mana pendapat

4. Meninjau kembali metode penelitian yang dilakukan atau bagaimana suatu data bisa didapat

5. Mempertimbangkan adanya kemungkinan bias atau sesat pikir

6. Menganalisa suatu masalah dari sudut pandang dan interpretasi yang lain

7.Menyimpulkan sesuatu berdasarkan argumentasi yang diberikan

Kemampuan berpikir kritis ini bisa diasah dan dipelajari agar kita semakin tajam dalam menelaah suatu masalah.

Seperti halnya soft skills lainnya, kemampuan ini perlu dilatih agar kita semakin terasah.

Apa fungsi berpikir kritis?

Setiap hari kita dibombardir oleh banyaknya informasi dari berbagai sumber dan media.

Berpikir kritis membuat kita bisa membuat pilihan yang tepat dan memahami suatu masalah dengan baik.

Berpikir kritis membuat kita memiliki pendirian dan tidak mudah tertipu informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Dalam konteks penelitian termasuk skripsi, berpikir kritis membuat kamu lebih tajam dan jeli dalam menelaah suatu permasalahan yang kamu teliti.

Hasil penelitianmu bergantung pada proses pengerjaan skripsimu.

Kalau proses pengambilan datamu asal dan metode yang kamu gunakan salah, apakah hasil penelitianmu valid?

Kemungkinan besar tidak.

Berpikir kritis juga membantu kamu menyampaikan argumentasimu saat seminar atau sidang skripsi.

Ketika kamu kritis dalam menganalisis sebuah permasalahan, kamu lebih banyak mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung argumenmu.

Kamu juga jadi semakin memahami masalah penelitianmu dan mengurangi salah mengambil keputusan. Hal ini bisa membantu kamu untuk lebih bisa menjawab pertanyaan saat seminar dan sidang skripsi nanti.

Cara Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis

Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk melatih kemampuan berpikir kritismu yaitu sebagai berikut.

1. Bersikap skeptis

 

Salah satu cara yang dapat dilakukan agar untuk mengkritisi sebuah informasi yaitu dengan bersikap skeptis atau mempertanyakan kebenaran informasi yang ada.

Contohnya dalam keseharian yaitu mendapatkan informasi yang ada di media sosial.

Saat kamu membaca sebuah penjelasan tentang fenomena tertentu, jangan telan informasi tersebut bulat-bulat

Misalnya, seseorang menjelaskan membagikan cuitan tentang testimoni satu produk skincare yang bisa membuat kulit jadi putih dalam sekejap.

Kamu bisa mengkritisinya dengan cara mengecek kandungan atau komposisi yang ada di dalam produk tersebut.

Kamu perlu mengonfirmasi apakah kandungan di dalamnya terbukti efektif secara ilmiah atau malah membahayakan bagi kulit.

2. Periksa Sumber Informasi

Langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan yaitu meninjau ulang sumber informasi yang kamu dapat.

Dengan menggunakan contoh cuitan testimoni seperti di poin 1, kamu perlu menyelidiki apakah orang yang membuat cuitan tersebut dapat dipercaya atau tidak.

Kamu bisa melakukan pemeriksaan latar belakang (background checking) dari si pemberi informasi.

Jangan sampai ternyata yang menulis testimoni informasi tersebut adalah orang yang dibayar untuk menulis review positif untuk meningkatkan penjualan.

Dalam konteks penelitian, hal ini bisa melatih kamu untuk mencari sumber informasi yang kredibel.

Kamu perlu mempertanyakan apakah sumber informasi yang kamu gunakan dapat dipercaya atau tidak. Kamu juga dapat mengumpulkan informasi dari berbagai sumber untuk melihat sudut pandang yang berbeda.

Pertimbangkan juga apakah informasi tersebut masih relevan saat ini atau malah sudah berubah (outdated).

3. Belajar Membuat Pertanyaan yang Tepat

Kiat selanjutnya yang cukup penting dan efektif dalam mengasah berpikir kritis yaitu belajar menanyakan pertanyaan yang tepat.

Hal ini membantu kamu untuk menstrukturkan pikiranmu sehingga sistematis.

Pertanyaan yang tepat dapat mengarahkan kita pada jawaban yang tepat dan memuaskan.

Hal ini mungkin terlihat mudah, tapi sebetulnya cukup rumit. Tipsnya yaitu coba menuliskan apa yang ingin kamu pecahkan dalam masalah, apa yang ingin kamu tahu, atau apa yang ingin kamu tuju.

Menulis bisa menguraikan pikiranmu yang kusut.

Dalam penelitian, pertanyaan penelitian sangat krusial dalam menentukan arah riset kamu.

Pertanyaan penelitian menentukan penelitian tersebut mau dibawa ke mana, seperti metode apa yang akan kamu gunakan, dan cara menganalisis data yang kamu dapat

4. Latih Konsentrasi dan Fokus

 

Berpikir kritis juga membutuhkan pikiran yang jernih. Untuk bisa berpikir dengan jernih, kita perlu melatih fokus dan konsentrasi kita saat mengerjakan suatu persoalan.

Hindari multi-tasking saat menyelesaikan masalah yang perlu konsentrasi penuh. Hal ini karena saat kita terdistraksi, analisis kita jadi kurang tajam dan bisa kehilangan informasi penting.

Saat menganalisis sesuatu, coba luangkan waktu dimana kamu bisa fokus tanpa memikirkan hal yang lain.

Teknik yang bisa kamu lakukan yaitu mengarahkan fokus selama 20 menit, lalu lakukan jeda 5 menit.

Hal ini melatih kemampuan konsentrasimu agar semakin kuat.

5. Cari keterkaitan antar informasi

Melakukan riset atau investigasi bisa dianalogikan seperti menyusun sebuah puzzle.

Kamu perlu menyambungkan bagian yang satu dengan lainnya untuk mendapatkan gambaran yang lengkap.

Untuk bisa mendapatkan informasi yang utuh, kamu perlu belajar untuk melihat keterkaitan antara satu informasi dengan informasi lainnya.

Teknik ini berguna dalam pengerjaan skripsi khususnya ketika kamu menyusun kerangka berpikir penelitian.

Kamu perlu menelaah secara jeli antara satu variabel dengan variabel lainnya.

Selain itu, keterampilan ini juga dibutuhkan ketika kamu menyusun argumentasi atau pembahasan hasil penelitian.

(Natalia Bulan)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement