3. Membedakan mana fakta dan mana pendapat
4. Meninjau kembali metode penelitian yang dilakukan atau bagaimana suatu data bisa didapat
5. Mempertimbangkan adanya kemungkinan bias atau sesat pikir
6. Menganalisa suatu masalah dari sudut pandang dan interpretasi yang lain
7.Menyimpulkan sesuatu berdasarkan argumentasi yang diberikan
Kemampuan berpikir kritis ini bisa diasah dan dipelajari agar kita semakin tajam dalam menelaah suatu masalah.
Seperti halnya soft skills lainnya, kemampuan ini perlu dilatih agar kita semakin terasah.
Apa fungsi berpikir kritis?
Setiap hari kita dibombardir oleh banyaknya informasi dari berbagai sumber dan media.
Berpikir kritis membuat kita bisa membuat pilihan yang tepat dan memahami suatu masalah dengan baik.
Berpikir kritis membuat kita memiliki pendirian dan tidak mudah tertipu informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Dalam konteks penelitian termasuk skripsi, berpikir kritis membuat kamu lebih tajam dan jeli dalam menelaah suatu permasalahan yang kamu teliti.
Hasil penelitianmu bergantung pada proses pengerjaan skripsimu.
Kalau proses pengambilan datamu asal dan metode yang kamu gunakan salah, apakah hasil penelitianmu valid?
Kemungkinan besar tidak.
Berpikir kritis juga membantu kamu menyampaikan argumentasimu saat seminar atau sidang skripsi.
Ketika kamu kritis dalam menganalisis sebuah permasalahan, kamu lebih banyak mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung argumenmu.
Kamu juga jadi semakin memahami masalah penelitianmu dan mengurangi salah mengambil keputusan. Hal ini bisa membantu kamu untuk lebih bisa menjawab pertanyaan saat seminar dan sidang skripsi nanti.