Share

Disdik: Jawa Barat Akan Sediakan SMA Terbuka Bagi Siswa yang Tidak Lolos PPDB 2022

Antara, · Kamis 02 Juni 2022 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 02 624 2604333 disdik-jawa-barat-akan-sediakan-sma-terbuka-bagi-siswa-yang-tidak-lolos-ppdb-2022-9BQYp7gKFI.jpg Disdik sebut Jawa Barat akan sediakan SMA terbuka untuk siswa yang tidak lolos PPDB/Antara

BANDUNG - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik) Jabar menyediakan SMA Terbuka bagi para siswa yang dinyatakan tidak lolos dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2022, baik di sekolah negeri atau swasta.

"Tadi saya lupa menyampaikan kalau ternyata di sekolah negeri dan swasta tidak diterima, kita masih ada jalur, yakni ada jalur SMA Terbuka," kata Sekretaris Disdik Jabar Yesa Sarwedi Hami Seno pada acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate Bandung, Kamis.

Ia menjelaskan penyelenggaraan SMA atau Sekolah Terbuka sendiri sudah diatur dalam Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Barat Nomor: 74 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Sekolah Menengah Atas (SMA) Terbuka.

Dia mengatakan jalur SMA Terbuka akan mulai dibuka oleh Disdik Jawa Barat pada bulan Agustus 2022.

"Nanti akan buka nanti di bulan Agustus di seluruh Jabar, tergantung sekolah induk, ada minat di berapa sekolah," katanya.

Lebih lanjut, Yesa mengatakan, SMA Terbuka sebagai alternatif bagi masyarakat yang tidak dapat menjangkau lembaga pendidikan setara SMA karena berbagai faktor, salah satunya karena kondisi geografis.

Ia mengatakan SMA Terbuka itu sama dengan sekolah negeri di daerah-daerah yang tidak memungkinkan memiliki akses secara geografis dan faktor lainnya.

Nantinya, kata dia, SMA Terbuka yang tersebar di seluruh wilayah Jabar ini akan menerima para siswa untuk kemudian sekolah dengan sistem mandiri.

"Jadi nanti itu konsepnya sekolah mandiri, jadi hanya minimal dua hari melakukan pembelajaran," katanya.

SMA Terbuka sendiri pertama kali dibuka atau diadakan pada tahun 2020 dan saat ini jumlah sekolah terbuka di Jawa Barat mencapai 300 kemudian dalam satu kali penerimaan siswa mencapai 12.000 orang.

"Untuk evaluasinya, kami berharap bahwa sekolah terbuka semakin ke sini semakin hilang, tidak ada dan digantikan oleh sekolah-sekolah formal, seperti swasta," demikian Yesa Sarwedi Hami Seno.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini