Share

Dampak Politik Etis Terhadap Perjuangan Indonesia pada Abad XX, Organisasi Menjamur

Destriana Indria Pamungkas, MNC Portal · Kamis 19 Mei 2022 07:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 624 2596457 dampak-politik-etis-terhadap-perjuangan-indonesia-pada-abad-xx-organisasi-menjamur-heLfCLX6x8.jpg Dampak Politik Etis pada Pergerakan Nasional (Foto:Okezone)

JAKARTA - Berbagai dampak politik etis terhadap perjuangan Indonesia pada abad XX merupakan awal dari mulainya pergerakan nasional. Adapun pergerakan nasional ini menimbulkan lahirnya kebangkitan nasional yang tidak bisa lepas dari peranan munculnya organisasi Sarekat Dagang Islam, periode yang terjadi di awal abad ke-20 di Indonesia.

Kebangkitan nasional tidak lahir dari narsisme tunggal anak bangsa yang mengkondisikan panggung-panggungnya sendiri. Kebangkitan nasional lahir dari perjuangan kolektif dan juga kesadaran kolektif.

Dampak politik etis terhadap perjuangan Indonesia pada abad XX juga melahirkan gagasan kebangkitan nasional yang bukan berasal dari ruang hampa yang bersifat pseudo-kritis.

Kebangkitan nasional lahir dari kesadaran yang tidak di pengaruhi oleh pragmatisme yang narsis untuk membentuk konflik dan juga terbebas dari politik panggung semata dalam pembentukan konflik itu sendiri.

Berbagai dampak politik etis terhadap perjuangan Indonesia pada abad XX memiliki banyak organisasi pergerakan nasional yang dipelopori oleh kaum intelektual muda bermunculan hingga tahun 1926.

Diantaranya gerakan Tri Koro Darmo, Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia, dan Indonesia Muda. Ada juga perkumpulan pemuda dari masing-masing daerah.

Terdapat, organisasi yang terkenal pada tanggal 20 Mei 1908. Saat itu, pelajar-pelajar STOVIA di bawah pimpinan Soetomo kemudian berkumpul di ruang anatomi. Mereka bermusyawarah merencanakan pendirian perkumpulan yang dilengkapi dengan susunan kepengurusannya. Momen inilah yang menjadi lahirnya Boedi Oetomo.

Pendirian Boedi Oetomo mendapat respons positif dari pelajar STOVIA dan pelajar dari daerah lain sehingga dalam waktu singkat jumlah anggotanya terus bertambah. Bahkan, pesatnya pertumbuhan Boedi Oetomo sempat membuat sang ketua, Soetomo hampir dikeluarkan dari sekolah.

Dari adanya kebijakan politik etis tersebut, munculah dampak yang sangat terasa bagi para penerus perjuangan Indonesia, yaitu munculnya generasi atau golongan terpelajar. Para generasi inilah yang mempelopori adanya Pergerakan Nasional sebagai wujud dari perjuangan Indonesia.

Namun, ada efek negatif dampak politik etis terhadap perjuangan Indonesia pada abad XX yakni kehadiran omunisme masuk ke Indonesia melalui tokoh Sneevliet. Kemudian Sneevliet membentuk organisasi bernama Indische Social Democratishe Vereniging (ISDV) pada tahun 1914. (RIN)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini