JAKARTA - PTN dengan jalur mandiri tanpa uang pangkal pasti dicari para calon mahasiswa. Uang pangkal sering disebut juga dengan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) atau uang gedung. Mahasiswa cukup membayar sekali saja pada saat pendaftaran ulang.
Besarnya uang pangkal juga dapat bervariasi, namun biasanya bagi mahasiswa yang masuk melaluijalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan dibebaskan dari uang pangkal.
Sedangkan jika masuk melalui jalur mandiri, mahasiswa akan dikenakan uang pangkal, meskipun masih dapat dikurangi jika mahasiswa berprestasi. Namun ada juga beberapa perguruan tinggi yang tidak ada uang pangkal pada jalur mandiri, seperti:
1. Universitas Gadjah Mada (UGM)
Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi salah satu kampus yang tidak ada uang pangkal. Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada nomor 6949/UN1.P/KPT/HUKOR/2021, untuk biaya uang kuliah tunggal (UKT) yang dibayarkan setiap semester, bagi mahasiswa Program Sarjana dan Sarjana Terapan, Jalur SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri TA 2021/2022 dibagi menjadi 8 golongan UKT. Golongan yang akan didapatkan mahasiswa ditentukan berdasarkan kepada penghasilan kotor dan penghasilan tambahan.
UKT 0: peserta Bidikmisi (KIP Kuliah)
UKT 1: penghasilan ≤ Rp 500 ribu
UKT 2: Rp 500 ribu < penghasilan ≤ Rp 2 juta
UKT 3: Rp 2 juta < penghasilan ≤ Rp 3,5 juta
UKT 4: Rp 3,5 juta < penghasilan ≤ Rp 5 juta
UKT 5: Rp 5 juta < penghasilan ≤ Rp 10 juta
UKT 6: Rp 10 juta < penghasilan ≤ Rp 20 juta
UKT 7: Rp 20 juta < penghasilan ≤ Rp 30 juta
UKT 8: penghasilan > Rp 30 juta
2. Universitas Indonesia (UI)
Universitas Indonedia tidak memberlakukan sistem uang pangkal bagi mahasiswanya. Sedangkan, berdasarkan Surat Keputusan Rektor UI Nomor 178/SK/R/UI/2022, terdapat dua jenis biaya kuliah bagi mahasiswa S1 kelas reguler angkatan 2022/2023, yaitu:
1. BOP Berkeadilan S1 Reguler Prodi Saintek
Kelas 1: Rp 0 sampai Rp 500 ribu
Kelas 2: > Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta
Kelas 3: > Rp 1 juta sampai Rp 2 juta
Kelas 4: > Rp 2 juta sampai Rp 4 juta
Kelas 5: > Rp 4 juta sampai Rp 6 juta
Kelas 6: > Rp 6 juta sampai Rp 7,5 juta
2. BOP Berkeadilan S1 Reguler Prodi Soshum
Kelas 1: Rp 0 sampai Rp 500 ribu
Kelas 2: > Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta
Kelas 3: > Rp 1 juta sampai Rp 2 juta
Kelas 4: > Rp 2 juta sampai Rp 3 juta
Kelas 5: > Rp 3 juta sampai 4 juta
Kelas 6: Rp 4 juta sampai Rp 5 juta
3. BOP Pilihan S1 Reguler Prodi Saintek
Kelas 1: Rp 10 juta
Kelas 2: Rp 12,5 juta
Kelas 3: Rp 15 juta
Kelas 4: Rp 17,5 juta
Kelas 5: Rp 20 juta
4. BOP Pilihan S1 Reguler Prodi Soshum
Kelas 1: Rp 7,5 juta
Kelas 2: Rp 10 juta
Kelas 3: Rp 12,5 juta
Kelas 4: Rp 15 juta
Kelas 5: Rp 17,5 juta
Adapun perbedaan antara BOP Berkeadilan dan BOP Pilihan. Biaya Operasional (BOP) Berkeadilan diterapkan sesuai kemampuan membayar, sedangkan BOP Pilihan diterapkan menurut penentuan secara mandiri.