Share

PTM 100%, Universitas Udayana Syaratkan Vaksin Lengkap

Antara, · Senin 04 April 2022 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 04 65 2573065 ptm-100-universitas-udayana-syaratkan-vaksin-lengkap-5r37rcJn2Q.jpg Ilustrasi vaksinasi. (Foto: Reuters)

DENPASAR - Universitas Udayana (Unud) Bali mensyaratkan vaksin lengkap dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Syarat vaksin lengkap ini berlaku bagi tenaga pengajar dan mahasiswa.

"Untuk kebijakan pembelajaran tatap muka ini, bagi dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa wajib menerima vaksin COVID-19 lengkap. Kalau belum, buat surat pernyataan (keterangan) belum vaksin atau komorbid," kata Rektor Universitas Udayana, I Nyoman Gde Antara saat dikonfirmasi di Denpasar, Bali, Senin (4/4/2022).

Ia mengatakan untuk perkuliahan, praktik, dan bentuk kegiatan pembelajaran lainnya dapat berlangsung secara luring per 1 April 2022.

Hal tersebut, juga berlaku untuk proses bimbingan bagi mahasiswa yang menyusun disertasi, tesis dan skripsi serta laporan akhir studi dapat dilaksanakan secara daring atau luring. Kalau dosen memberikan bimbingan secara luring, harus dilaksanakan di dalam kampus.

"Kalau ditemukan kasus terkonfirmasi positif COVID-19, pembelajaran di area yang terkonfirmasi itu dapat dihentikan sementara sampai kondisi aman," katanya.

Terkait dengan mahasiswa asing, Fakultas Pariwisata Universitas Udayana melaksanakan program GoBali yang diikuti 40 mahasiswa asal Jerman, Spanyol, Belanda, serta Austria.

Dari 40 mahasiswa, ada yang dari program sarjana dan magister dan 24 mahasisw diantaranya mengikuti program tersebut secara luring, sementara 16 orang lainnya secara daring.

Wakil Dekan III Dr I Nyoman Ariana mengatakan GoBali adalah program unggulan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana. Melalui program ini mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga melaksanakan kuliah lapangan, aktivitas pengabdian masyarakat bersama mahasiswa reguler di Fakultas Pariwisata.

"Kolaborasi aktivitas ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi mahasiswa reguler maupun mahasiswa asing dalam proses pembelajaran berbasis lintas budaya," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini