Share

Ikafeb Usakti Perkuat Progam Magang untuk Mahasiswa

Aulia Oktavia Rengganis, Okezone · Minggu 20 Maret 2022 17:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 20 65 2564799 ikafeb-usakti-perkuat-progam-magang-untuk-mahasiswa-1hVMYcrS4Y.jpeg Foto: Ist.

JAKARTA - Muhammad Arif Pahlevi Pangerang resmi terpilih menjadi Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti (Ikafeb Usakti) periode 2022-2026 dalam musyawarah besar (mubes).

Di bawah kepemimpinannya, pria yang akrab disapa Levi ini telah menyiapkan sejumlah program yang bersifat akademis maupun nonakademis untuk dijalankan. Di bidang akademis, kepengurusan Ikafeb Usakti akan menjembatani antara alumni dengan mahasiswa melalui program magang.

BACA JUGA: Biaya Kuliah Jurusan Hukum Trisakti, Calon Mahasiswa Harus Siapkan Segini!

"Ada yang memberikan aspirasi program magang, kerja sama antarakampus dan alumni. Jadi teman-teman mahasiswa yang mau selesai, kemudian ada alumni yang punya perusahaan, kita fasilitasi untuk magang," kata Levi, Minggu (20/3/2022).

Dia juga akan membentuk koperasi untuk mendongkrak ekonomi anggota Ikafeb Usakti yang jumlahnya sekitar 40 ribu orang.

"Kendaraan ekonomi yang pas untuk bisa mengakomodir jumlah anggota yang besar adalah koperasi," kata dia.

Levi menjelaskan, terdapat empat jenis koperasi. Menurutnya, Ikafeb Usakti akan cocok menjalankan jenis koperasi konsumen. Jika dilihat nomenklaturnya, koperasi konsumen lebih lengkap dan fleksibilitas usahanya lebih luas.

Ia juga menuturkan, orang sering salah kaprah dengan koperasi. Menurutnya, koperasi bukanlah sebuah entitas sosial, melainkan entitas usaha. Maka, tujuan mendirikan koperasi adalah untuk mencari untung.

"Saya tertantang untuk mewujudkan bahwa koperasi ini bisa menjadi besar. Tinggal bagaimana kita memberikan penjelasan dan mencarikan usaha-usaha yang pas," ucapnya.

Nantinya, kebutuhan pokok anggota Ikafeb Usakti yang mencapai 40 ribu itu bisa dipenuhi dari koperasi alumni. Berarti, perputaran uangnya sudah jelas. Apabila anggota membeli kebutuhan bahan pokok di koperasi, maka untungnya akan kembali kepada seluruh anggota.

Levi menuturkan sebagian besar alumni Universitas Trisakti adalah pengusaha atau wiraswasta (usaha mikro, kecil, dan menengah/UMKM) yang memiliki usaha di bidang kuliner.

Maka dari itu, untuk mendukung anggota yang memiliki usaha di bidang kuliner, organisasi akan menyiapkan platform besar dan marketplace. Tujuannya, agar produk-produk yang dihasilkan alumni, bisa difasilitasi dan diasarkan melalui platform yang dibuat tersebut.

"Jadi kita atau panitia, berusaha untuk bisa menjawab persoalan mereka (anggota Ikafeb Usakti). Persoalan dalam usaha itu kan tidak lepas dari masalah permodalan, pemasaran dan manajemen. Itu semua akan kita fasilitasi dengan memberikan program-program pelatihan," tuturnya.

Di zaman sekarang ini, koperasi dianggap old fashion. Maka dari itu, ini menjadi tantangan untuk Levi dalam menggelorakan koperasi. Padahal sebenarnya, koperasi merupakan bentuk paling ideal untuk menjalankan kegiatan ekonomi di Indonesia.

Selain itu, koperasi juga diselimuti stigma. Kejadian-kejadian yang mencoreng nama koperasi pada akhirnya membuat perbankan memberikan label merah. Juga, ada kekuatan kapitalis yang tidak menginginkan koperasi berkembang.

Oleh sebab itu, Levi ingin seluruh anggota kompak menjadikan koperasi untuk memajukan atau meningkatkan ekonomi alumni yang tergabung dalam Ikafeb Usakti.

"Koperasi ini jadi suatu semangat idealisme kita. Di samping juga nantinya akan ada program-program lain yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya," tutup Levi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini