Share

Universitas Brawijaya Kukuhkan Dua Profesor Bidang Ilmu Komputer dan Manajemen

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 12 Maret 2022 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 12 65 2560533 universitas-brawijaya-kukuhkan-dua-profesor-bidang-ilmu-komputer-dan-manajemen-zKIxzj45rb.jpg Universitas Brawijaya (Okezone)

KOTA MALANG - Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan dua profesor, pada Sabtu (12/3/2022). Profesor tersebut terdiri atas bidang ilmu manajemen dan ilmu komputer.

Dr Drs Muhammad Saifi, MSi dari Fakultas Ilmu Administrasi dikukuhkan sebagai professor di bidang Ilmu Manajemen Keuangan. Sementara Wayan Firdaus Mahmudy, SSi, MT, PhD dari Fakultas Ilmu Komputer sebagai professor di bidang Ilmu Komputer. Dengan pengukuhan keduanya, total ada 164 orang profesor yang dimiliki Universitas Brawijaya.

Prof Dr Drs Muhammad Saifi,M.Si mengusung model baru untuk pengukuhan profesornya melalui kebijakan keuangan terpadu. Menurutnya, Kebijakan Keuangan Terpadu” dirumuskan dengan lima unsur dasar, yaitu corporate governance, intelectual capital, invesment policy, capital structure policy, dan dividend policy.

Kebijakan keuangan terpadu merupakan bagian dari ilmu manajemen keuangan dan bisnis yang berorientasi pada upaya menyejahterakan pemilik perusahaan. Kebijakan keuangan yang tepat untuk meningkat kinerja perusahaan diawali dari tata kelola perusahaan yang tepat.

"Agar perusahaan tetap objektif, efisien dan berorientasi pada tujuan maka pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya perlu mengambil bagian dalam tata kelola perusahaan," kata Saifi saat orasi ilmiahnya di Universitas Brawijaya, pada Sabtu siang.

Selanjutnya, kemampuan bersaing perusahaan tidaklah pada kepemilikan aktiva berwujud saja, tetapi aktiva yang tidak berwujud lebih pada inovasi, pengelolaan organisasi, skill dan sumber daya yang dimilikinya. Perusahaan akan menitikberatkan pentingnya aset pengetahuan (knowledge asset). Salah satu pendekatan penilaian aset pengetahuan adalah modal intelektual.

"Dua poin penting tersebut bisa mendorong diambilnya kebijakan keuangan yang baik. Pada dasarnya kebijakan keuangan dalam perusahaan mencakup tiga bidang, yaitu kebijakan investasi, kebijakan struktur modal, dan kebijakan dividen," tuturnya.

Sementara itu Prof Wayan Firdaus Mahmudy SSi, MT, PhD mengemukakan, pengembangan metode kecerdasan buatan terintegrasi untuk optimasi proses produksi dan distribusi industri manufaktur. Menjadi kerangka solusi yang disebut dengan Model Terintegrasi Produksi Distribusi Manufaktur (MPDM).

MPDM manggabungkan adaptive neuro fuzzy inference system (ANFIS) untuk meramalkan permintaan produk oleh konsumen, improved genetic algorithms (IGA) untuk menentukan jumlah setiap jenis barang yang harus diproduksi, real-coded genetic algorithms (RCGA) untuk menyusun jadwal produksi, dan modified genetic algorithms (MOGA) untuk menyusun mekanisme distribusi, dimana ada empat permalasahan distribusi yang perlu diselesaikan.

"Pertama, peramalan diperlukan untuk mendapatkan jumlah permintaan konsumen untuk setiap jenis produk. Kedua, perencanaan produksi agregat menghasilkan kuantitas setiap jenis barang yang harus diproduksi," tuturnya.

Permasalahan ketiga, pada penentuan waktu mulai untuk memproduksi setiap jenis produk dilakukan pada proses penjadwalan. Keempat, proses produksi dilakukan dan kemudian produk harus didistribusikan ke konsumen.

Keempat permasalahan tersebut harus diselesaikan dengan prinsip optimasi di industri manufaktur.

"Keempat permasalahan tersebut harus diselesaikan dengan prinsip optimasi di industri manufaktur. Produk yang dihasilkan harus lebih baik, lebih cepat proses produksinya, lebih kompetitif dari segi harga, dan bisa diterima konsumen tepat waktu dengan biaya distribusi yang rendah," jelasnya.

Wayan menyebutkan keseluruhan metode kecerdasan buatan ini bisa diterapkan secara terintegrasi untuk menghasilkan solusi terbaik bagi industri manufaktur, dengan menurunkan biaya produksi dan distribusi.

"Kekurangan dari model terintegrasi ini adalah memerlukan uji coba pendahuluan yang cukup memakan waktu untuk menentukan nilai parameter terbaik dari masing metode-metode untuk menghasilkan solusi optimal," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini