Share

Duh! 15 Ribu Desa di Indonesia Ternyata Belum Miliki PAUD

Carlos Roy Fajarta, · Kamis 10 Maret 2022 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 10 624 2559289 duh-15-ribu-desa-di-indonesia-ternyata-belum-miliki-paud-Nz6z6LWChS.jpg ilustrasi: Okezone

JAKARTA- Sebanyak 15 ribu desa di Indonesia ternyata masih belum memiliki satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

(Baca juga: Nadiem: Cita-Cita Kita Membuktikan PAUD Berkualitas di Desa)

Demikian diutarakan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri dalam Webinar Nasional Panduan dan Praktik Baik Implementasi Layanan PAUD HI.

"Kita harus membangun satuan PAUD besar-besaran di seluruh daerah, karena PAUD memiliki peran yang krusial dalam menentukan kualitas generasi penerus bangsa," ujar Femmy.

Femmy mengatakan, Indonesia harus melakukan pembangunan besar-besaran satuan PAUD dengan layanan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing.

โ€œKita harus fokus memperbaiki SDM mulai dari siklus yang pertama, yaitu 1.000 HPK karena merupakan siklus yang pertama dan utama. Ini merupakan salah satu kunci agar SDM Indonesia berkualitas," tutur Femmy.

Untuk itu kata dia, investasi pembangunan SDM difokuskan pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) sampai anak siap untuk sekolah, agar tahap perkembangan anak selanjutnya tidak terhambat. Kesehatan dan gizi, simulasi otak, pengasuhan maupun perlindungan anak menentukan perkembangan anak tahap selanjutnya.

Kemenko PMK juga mengajak Pemerintah Daerah dan para kader PAUD untuk kembali merevitalisasi investasi SDM Indonesia.

โ€œYang terpenting adalah, mulai dari seribu pertama kehidupan anak sampai masuk ke jenjang SD harus diperhatikan. Kita juga harus melengkapi desa dengan satuan PAUD yang sudah terintegrasi dengan layanan PAUD HI dan layanan lain yang dibutuhkan anak usia dini,โ€ kata Femmy.

Dengan PAUD Holistik Integratif (HI) layanan yang diberikan bukan hanya pendidikan saja namun juga kebutuhan yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi serta pola perngasuhan dan perlindungan anak.

Strategi PAUD HI diantaranya adalah pemberdayaan masyarakat, dengan memberikan layanan bimbingan perkawinan kepada calon pengantin, agar memiliki pengetahuan tentang kehidupan berkeluarga yang baik, agar anak-anaknya sehat lahir batin.

Tidak hanya itu penguatan dan penyelarasan landasan hukum, serta peningkatan advokasi, komitmen, koordinasi, dan kerjasama antar instansi, pemerintah, lembaga penyelenggaraan layanan, dunia usaha, dan organisasi terkait mutlak diperlukan.

Terwujudnya PAUD HI yang berkualitas adalah kerja bersama semua pihak. Oleh karenanya, peningkatan kapasitas dan kompetensi kader, masyarakat, penyelenggara, dan tenaga pelayanan merupakan bagian dari strategi PAUD HI.

"Untuk memenuhi kebutuhan esensial anak (kebutuhan gizi, pendidikan, moral) yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi, layanan PAUD HI ini sebaiknya terintegrasi mulai dari fasilitas kesehatan, Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)," tutup Femmy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini