Share

Hebat! Mahasiswa Unpad Ciptakan Produk Skincare Bisa Dikonsumsi

Arif Budianto, Koran SI · Selasa 22 Februari 2022 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 22 65 2551273 hebat-mahasiswa-unpad-ciptakan-produk-skincare-bisa-dikonsumsi-hhSBJ5O6yq.jpg Mahasiswa Unpad membuat produk skincare yang bisa dikonsumsi (Foto: Humas Unpad)

BANDUNG - Jika biasanya produk skincare hanya bisa digunakan untuk perawatan bagian luar tubuh, tapi tidak demikian dengan hasil ciptaan mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad). Mereka mampu membuat skincare yang bisa dikonsumsi.

Mahasiswa Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad berhasil membuat produk edible skincare, berupa masker wajah yang juga bisa dimakan atau diminum. Masker edible ini diyakini dapat merawat kulit dari luar dan dalam tubuh.

Para mahasiswa itu yaitu Christopher Verrell, Lintang Haqni, Hilman Mulkya Zdikri, dan Putri Armelia. Keempatnya membuat jenama (brand) skincare bernama “Skintella”. “Kalau dipakai sebagai masker berarti kita merawat secara eksternal, kalau dikonsumsi berarti menutrisi kulit dari dalam,” jelas Verrell sebagaimana dirilis Kanal Media Unpad.

Baca juga: 3 Mahasiswa Unpad Boyong Penghargaan Huawei, Gunakan AI untuk Menghitung

Produk ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kesehatan kulit, terutama bagi mereka yang memilih skincare berbahan dasar alami. Saat ini Skintella memiliki satu varian masker, yaitu Soothing Chocorganic. Varian ini berbahan dasar susu kambing dan bubuk kakao, yang dapat melembabkan dan menutrisi kulit.

Baca juga:  4 Mahasiswa Unpad Akan Berangkat ke Stanford University, Jalani Pelatihan Inovasi

Selain itu, masker ini juga mengandung berbagai bahan yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan kulit yaitu activated charcoal, Centella asiatica (pegagan), gula kelapa, bubuk oat, dan bubuk cinnamon (kayu manis).

Masker dari Skintella ini berbentuk bubuk dari proses dry mix. Untuk perawatan eksternal, masker dapat dicampur air untuk kemudian dioleskan diwajah dan dibilas. Sementara untuk perawatan dari dalam, masker dapat dijadikan minuman atau bahan campuran makanan.

“Bubuk masker ini juga dapat dijadikan pasta untuk campuran roti. Bisa dibuat juga jadi bahan kue,” ungkap Verrell.

Verrell dan tim tertarik untuk memformulasikan edible skincare ini karena ingin mewujudkan pengalaman menarik bagi konsumen dalam menggunakan skincare. Terlebih sekarang sudah mulai banyak orang yang peduli akan perawatan kulitnya. “Nah, saya kulliah di Teknologi Pangan ada mata kuliah Techopreneur, di mana salah satu output-nya membuat bisnis, dan diwujudkanlah Skintella ini,” ungkap Verrell.

Lebih lanjut Verrel mengungkapkan bahwa produk ini dikembangkan sejak Maret 2021 dan mulai dipasarkan pada Januari 2022. Saat ini penjualan dilakukan melalui online dan mendapatkan banyak tanggapan positif dari konsumen.

“Dari yang beli responsnya banyak yang positif, utamanya karena produk ini unik dan costumer journey-nya menarik. Aromanya juga bisa membuat sensasi relaksasi,” ungkap Verrell.

Melalui Skintella, Verrell dan tim terpilih sebagai penerima dana hibah Program PIF (Paragon Innovation Fellowship) pada Mei 2021.

Tim juga telah meraih sejumlah penghargaan, yaitu Juara 1 Lomba Business Plan Competition oleh PUIPT IPK Unpad pada Agustus 2021, Juara 1 Lomba Business Plan Podium 360 pada Agustus 2021, dan Juara 1 Lomba Business Plan EURECA oleh Prasetiya Mulya pada September 2021.

Saat ini Verrell dan tim sedang berupaya memformulasikan sejumlah produk masker edible baru. Diharapkan Verrell, Skintella akan terus berkembang dan memiliki berbagai varian edible skincare.

“Semoga Skintella bisa menjadi top of mind ketika ingin melakukan perawatan diri. Harapannya juga bisa memperluas pasar, mengeluarkan berbagai varian baru , dan bisa menjadi brand edible skincare nomor 1 di Indonesia,” harapnya. 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini