Orang tua kata Ari, juga perlu membuat catatan kapan sang anak belajar di sekolah. Sekaligus jika orang tua adalah pekerja, maka juga perlu membuat catatan jadwal sehingga orang tua bisa mengantisipasi lebih awal, jika anak belajar di rumah sementara orang tua harus bekerja.
“Kalau anak terjadwal belajar di rumah, sementara orang tua bekerja ini akan repot maka perlu ada catatan jadwal sehingga bisa diantisipasi lebih awal,” terangnya.
Sementara itu ia menyarankan sekolah menciptakan situasi pembelajaran yang nyaman di saat kebijakan PTM yang bisa berubah sewaktu - waktu. Mengingat jika pembelajaran di rumah atau secara daring, guru kerap mengajarnya lebih satu arah.
"Guru sudah pernah mengajar full di sekolah dan sekarang tidak penuh lagi tentu mereka harus menyamakan lagi. Guru harus berikan hal yang sama meski ada siswa yang belajar di rumah. Tentu guru harus mampu mengatur ini,” tuturnya.
Selain itu, untuk usia SMP dan SMA yang mulai terbiasa dengan kerja kelompok harus kembali juga belajar dari rumah. Ari menilai hal ini akan menjadi tantangan untuk guru untuk mengatur lagi.
“Sebab guru sudah mulai konsisten ritmenya sekarang berubah lagi. Tentu kuncinya adaptasi sebab kesulitan tidak hanya dialami guru tapi siswa dan orang tua,” pungkasnya.
(Susi Susanti)