Share

Keren! 343 Peneliti UGM Masuk Daftar Ilmuwan Teratas Dunia

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Jum'at 28 Januari 2022 10:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 65 2539148 keren-343-peneliti-ugm-masuk-daftar-ilmuwan-teratas-dunia-bamJXM77CU.jpg dok: UGM

JAKARTA- Putra-putri terbaik bangsa kembali menorehkan catatan gemilang. Sebanyak 343 peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) masuk dalam daftar ilmuwan teratas dunia versi AD Scientific Index (Alper-Doger Scientific Index) 2022.

(Baca juga: Danang Giri Sadewa Bahas Seberapa Ambisius Anak UGM)

Hal ini membuat UGM menduduki peringkat pertama perguruan tinggi di Indonesia dalam perangkingan tersebut.

Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono mengapresiasi hasil yang diraih oleh UGM di AD Scientific Index. “Kita bersyukur dengan hasil ini yang menunjukkan kinerja baik dari seluruh civitas UGM. Hasil ini menunjukkan bahwa ilmuwan UGM semakin kompetitif secara global,”katanya melansir laman resmi UGM, Jumat (28/1/2022).

UGM kata dia akan terus meningkatkan publikasi hasil-hasil penelitiannya melalui berbagai jurnal ilmiah bereputasi dan berbagai media komunikasi lainnya. Selain itu, UGM juga berupaya agar hasil-hasil penelitian itu bisa dihilirkan menjadi produk-produk yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kita berusaha agar dalam penelitian tidak hanya terfokus pada publikasi dan sitasi, tetapi hilirisasi hasil riset menjadi produk-produk yang bermanfaat bagi masyarakat luas merupakan hal yang harus terus dilakukan,” katanya.

 (Baca juga: UGM Dinobatkan Jadi Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia Versi 4ICU)

AD Scientific Index adalah sistem perangkingan dan sistem analisis berdasarkan performa ilmiah dan nilai tambah dari produktivitas ilmiah peneliti individu. AD Scientific Index juga memberikan perangkingan institusi berdasarkan karakteristik-karakteristik ilmiah atau peneliti dalam suatu afiliasi.

Sumber data dari AD Scientific Index adalah Google Scholar dengan atribut-atribut seperti, total h-index, i10 index dan sitasi. Untuk masuk dalam penilaian maka peneliti minimal memiliki 300 sitasi.

Misalnya ada peneliti yang mendapatkan h-index = 1 dengan 300 sitasi akan dimasukan sedangkan peneliti lain dengan h-index 5 dan 30 sitasi atau h index 10 dengan 100 sitasi akan dieksklusi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini