Share

Fenomena Langka Bulan Hitam untuk Amerika Serikat dan Indonesia Berbeda, Mengapa Demikian?

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Selasa 25 Januari 2022 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 65 2537708 fenomena-langka-bulan-hitam-untuk-amerika-serikat-dan-indonesia-berbeda-mengapa-demikian-ndRWjOxbR1.jpg Foto: NASA goodard

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menginformasikan bahwa Fenomena Bulan Hitam akan terjadi di Indonesia (pada bulan Maret) dan Amerika Serikat (pada bulan April). Namun, fenomena ini akan muncul di bulan yang berbeda, mengapa demikian?

 (Baca juga: Mulai Besok, Matahari Terbenam Lebih Lambat hingga 1 Februari Mendatang)

Dilansir dari laman resmi edukasi.sains.lapan.go.id, Selasa (25/1/2022)  Fenomena Bulan Hitam merupakan fenomena yang terjadi akibat adanya konfigurasi Bumi-Bulan-Matahari yang terlihat pada satu garis lurus jika diamati dari atas kutub.

Permukaan bulan yang menghadap bumi tidak terkena cahaya matahari sehingga menyebabkan bulan tampak gelap.

 (Baca juga: Mengenal RT-LAMP, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan BRIN)

Adapun empat definisi Bulan Hitam yang dikategorikan menjadi empat fase.

1. Fase Bulan Baru yang kedua dalam satu bulan Masehi. Fenomena ini cukup sering terjadi karena periodisitasnya setiap 29 bulan sekali.

Fase Bulan Baru kedua di tahun 2022 akan jatuh pada 1 Februari pukul 05.45.58 UT (Universal Time). Sehingga, "Bulan Hitam" pada definisi pertama hanya berlaku untuk sebagian besar Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko (Kecuali Amerika Serikat dan Kanada bagian Timur serta Meksiko bagian Tenggara).

2. Fase Bulan Baru ketiga dalam satu musim astronomis Fenomena ini terjadi setiap 33 bulan sekali. Fase Bulan Baru ini akan jatuh pada 2 Maret pukul 17.34.44 UT atau 3 Maret pukul 00.34.44 WIB/01.34.44 WITA/05.34.44 WIT.

Hal ini mengakibatkan tidak terdapat fase Bulan Baru di sepanjang bulan Februari untuk zona waktu UT-6 dan di sebelah baratnya. Sehingga, memenuhi definisi ketiga "Bulan Hitam".

3. Tidak terdapat fase Bulan Baru di bulan Februari. Hal ini dikarenakan umur bulan Februari dalam tahun basit (28 hari).

4. Tidak terdapat fase Bulan Purnama di bulan Februari. Hal ini dikarenakan umur bulan Februari dalam tahun basit (28 hari).

Mengapa Fenomena Bulan Hitam bisa terjadi berbeda-beda di setiap tempat? Hal ini dikarenakan zona waktu yang digunakan berbeda-beda di setiap tempat. Selain itu, jatuhnya fase Bulan Baru untuk setiap lunasi juga berbeda-beda.

Sehingga ada wilayah yang mengalami Bulan Hitam Tripel, ada wilayah yang mengalami Bulan Hitam Ganda dan ada wilayah yang hanya mengalami Bulan Hitam sekali saja.

Selain itu, sebagai informasi tambahan, umumnya pada fase Bulan Baru, Bulan Hitam dapat mengakibatkan naiknya pasang laut dibandingkan hari-hari lainnya. Sehingga, masyarakat dihimbau agar tidak melaut saat air laut sedang pasang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini