Share

Pakar IPB: Pelabelan Harus Dilakukan untuk Semua Jenis Kemasan Pangan

Agregasi Sindonews.com, · Senin 24 Januari 2022 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 65 2536795 pakar-ipb-pelabelan-harus-dilakukan-untuk-semua-jenis-kemasan-pangan-L5mXriQdVa.jpg Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dedi Fardiaz, mengatakan, label bebas dari zat kontak pangan tidak hanya berlaku untuk kemasan berbahan PC yang mengandung Bisphenol A (BPA) saja, namun juga produk lainnya, seperti melamin perlengkapan makan dan minum dan lain sebagainya.

(Baca juga: IPB University Bersiap Kuliah Tatap Muka Terbatas, Dilakukan Secara Bertahap)

"Tentang migrasi dari zat kontak pangan ke produk pangan sudah diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan.Di sana semua jelas sekali dipaparkan,” ujar Dedi.

Karenanya, ia menyarankan agar pengujian laboratorium tidak berlaku pada kemasan pangan berbahan PC saja, tapi semua jenis kemasan pangan yang mengandung unsur zat kontak pangan seperti yang diatur dalam Peraturan BPOM No. 20 Tahun 2019.

(Baca juga: Nilai Rata-Rata Rapor SNMPTN ITB, Berapa Angka Minimalnya?)

Kemudian laboratorium yang mengujinya juga harus laboratorium yang terakreditasi bukan laboratorium pemerintah semata.

“Tujuan label adalah menginformasikan kepada konsumen, apa yang terdapat di dalam, bukan apa yang tidak ada,” tegas Dedi.

Menurutnya, tujuan mengatur standar keamanan pangan, selain untuk melindungi kesehatan konsumen, juga memfasiltasi perdagangan yang adil dan jujur.

Sementara itu, Pakar Kimia dan Ahli Polimer dari ITB, Ahmad Zainal, juga menyampaikan pelabelan mengandung BPA terhadap kemasan pangan berbahan PC sebenarnya tidak perlu dilakukan, karena sudah ada jaminan dari BPOM dan Kemenperin bahwa produk-produk air kemasan galon PC aman untuk digunakan.

Berdasarkan uji laboratorium yang dilakukan BPOM terbukti bahwa migrasi BPA dalam galon masih dalam batas aman atau jauh di bawah ambang batas aman yang sudah ditetapkan BPOM. Produk-produk itu juga sudah berlabel SNI dan ada nomor HS yang menandakan bahwa produk itu aman. Bahkan, kata Zainal, Kominfo juga sudah menyatakan bahwa isu BPA berbahaya pada galon itu hoaks.

Anggota Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI), yang juga Pakar pangan dari Universitas Trilogi Hermawan Seftiono menambahkan, semua produk pangan yang sudah memiliki izin edar itu sebenarnya sudah memiliki label pada kemasannya.

“Semua produk yang sudah diedarkan itu sebenarnya sudah memiliki label dan sudah teruji keamanan pangannya, termasuk produk air minum dalam kemasan. Jadi, menurut saya sebenarnya tidak perlu lagi pelabelan lainnya,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini