Share

Minta Kampus Kembangkan Talenta Mahasiswa, Jokowi: Jangan Dipagari Prodi

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Selasa 18 Januari 2022 09:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 65 2533764 minta-kampus-kembangkan-talenta-mahasiswa-jokowi-jangan-dipagari-prodi-NtDLi0KqGh.jpg Presiden RI Joko Widodo memberikan kuliah umum dalam rangka Dies Natalis Ke-67 Unpar di Kampus Unpar, Bandung, 17 Januari 2022. (Foto: Agung Bakti Sarasa)

BANDUNG - Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) meminta perguruan tinggi di Indonesia mengembangkan talenta mahasiswanya dengan memberikan kebebasan dalam belajar.

"Saya minta pendidikan tinggi untuk memfasilitasi mahasiswa mengembangkan talenta, jangan dipagari oleh terlalu banyak program-program studi (prodi) di fakultas. Berikan mahasiswa kesempatan untuk belajar kepada siapa saja dimana saja," tegas Jokowi saat menyampaikan presidential lecture atau kuliah umum di Kampus Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Senin (17/1/2022).

BACA JUGA: Beri Kuliah Umum di Unpar, Jokowi Sebut Implementasi Pancasila Masih Sangat Kuat

Jokowi pun mendorong mahasiswa membuka wawasannya di berbagai sektor, seperti industri hingga perbankan yang sejalan dengan konsep Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang diusung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - Riset Teknologi (Kemendikbudristek).

"Belajar kepada dunia industri silahkan, belajar kepada dunia perbankan silahkan dan saya dengar dari Pak Mendikbud dari Unpar ada yang masuk ke MRT. Saya kira ini bagus, belajar di luar kampus sangat bagus sekali sesuai disampaikan Mendikbud Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar," katanya.

Jokowi menekankan, perguruan tinggi harus mampu menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Apalagi, ke depan, pengetahuan dan skill atau kompetensi akan menggunakan konsep hybird, sehingga setiap mahasiswa harus memahami seluruhnya dengan baik.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Hadiri Dies Natalis ke-67 Unpar

"Kita harus betul-betul mampu menciptakan SDM yang unggul karena nanti semuanya akan hybrid knowledge dan hybrid skill. Sehingga, semua mahasiswa ke depan harus paham matematika, statistik, ilmu komputer, paham bahasa bukan Inggris saja bahasa koding penting," papar Jokowi.

"Mahasiswa harus disiapkan untuk siap belajar, perubahan akan muncul tiap hari, minggu dan bulan akan terus berubah dunia ini," tandasnya.

Masih di tempat yang sama, Mendikbudristek, Nadiem Makarim menginginkan adanya revolusi multidisiplin dalam jenjang pendidikan di perguruan tinggi.

Menurut Nadiem, revolusi ini merupakan arah dari Kampus Merdeka yang dicanangkan Kemendikbud-Ristek dimana berbagai macam program studi bercampur menjadi satu.

"Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) sekarang sudah berubah menjadi KIPK Merdeka, dari anak kurang mampu pun dia bisa punya impian setinggi langit. Mau semahal apa pun program studi (biaya kuliah), dia bisa mendapatkan full beasiswa," katanya.

Nadiem pun mendorong setiap universitas, termasuk Unpar untuk membuat transformasi besar-besaran, terutama kerangka akademik dan profesional yang pembatasannya harus dilepas. Selain itu, percampuran antara akademik dan profesional ini harus lebih dinamis.

"Program-programnya itu harus jauh lebih fleksibel. Partisipasi magang independen dan pertukaran mahasiswa ke luar negeri itu juga harus didorong," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini