Menurut Nadiem, revolusi ini merupakan arah dari Kampus Merdeka yang dicanangkan Kemendikbud-Ristek dimana berbagai macam program studi bercampur menjadi satu.
"Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) sekarang sudah berubah menjadi KIPK Merdeka, dari anak kurang mampu pun dia bisa punya impian setinggi langit. Mau semahal apa pun program studi (biaya kuliah), dia bisa mendapatkan full beasiswa," katanya.
Nadiem pun mendorong setiap universitas, termasuk Unpar untuk membuat transformasi besar-besaran, terutama kerangka akademik dan profesional yang pembatasannya harus dilepas. Selain itu, percampuran antara akademik dan profesional ini harus lebih dinamis.
"Program-programnya itu harus jauh lebih fleksibel. Partisipasi magang independen dan pertukaran mahasiswa ke luar negeri itu juga harus didorong," katanya.
(Rahman Asmardika)