Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Beri Kuliah Umum di Unpar, Jokowi Sebut Implementasi Pancasila Masih Sangat Kuat

Agung Bakti Sarasa , Jurnalis-Selasa, 18 Januari 2022 |08:01 WIB
Beri Kuliah Umum di Unpar, Jokowi Sebut Implementasi Pancasila Masih Sangat Kuat
Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Setpres)
A
A
A

BANDUNG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa implementasi Pancasila di tengah masyarakat Indonesia masih sangat kuat.

Penegasan tersebut disampaikan Jokowi saat menyampaikan president lecture atau kuliah umum di hadapan civitas akademika di Auditorium Gedung Pusat Pembelajaran Arntz-Geise (PPAG) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) dalam rangka Dies Natalis ke-67 Unpar, Senin (17/1/2022).

BACA JUGA: Presiden Jokowi Hadiri Dies Natalis ke-67 Unpar

Dalam kuliah umum bertema "Pancasila Kekuatan Rakyat dan Keindahan Tradisi" itu, Jokowi menuturkan, bangsa Indonesia, termasuk bangsa-bangsa lain di dunia tengah menghadapi kondisi yang serba sulit akibat tiga disrupsi, yakni disrupsi revolusi industri 4.0, teknologi, dan disrupsi pandemi Covid-19.

"Revolusi Industri 4.0, disrupsi teknologi, kemudian dibarengi pandemi betul-betul menyebabkan ketidakpastian global yang semakin meningkat. Ketahuilah, semua pemimpin di dunia kesulitan membuat keputusan karena kondisi yang terus berubah," tutur Jokowi.

Kondisi tersebut diperparah dengan kompleksitas permasalahan yang datang bertubi-tubi yang sebelumnya tidak pernah ter kalkulasi karena disrupsi tersebut, mulai kelangkaan energi hingga kelangkaan kontainer yang menyebabkan terganggunya distribusi logistik, termasuk kenaikan inflasi hingga harga produsen yang berimbas terhadap baiknya harga kebutuhan pokok.

BACA JUGA: Perkuliahan Tatap Muka, Unpar Bekali Mahasiswa Buku Saku AKB

Namun begitu, lanjut Jokowi, bangsa Indonesia patut bersyukur. Di tengah kondisi yang serba sulit itu, penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air menunjukkan perkembangan yang sangat baik dimana angka kasus Covid-19 dapat ditekan signifikan dari sebelumnya 56.000 kasus pernah hari pada pertengahan Juli 2021 lalu menjadi 100-200 kasus per hari.

"Kita patut bersyukur Covid-19 yang muncul di bulan Mei pertengahan Juli lalu yang menyebabkan kengerian di mana- mana waktu itu, rumah sakit penuh, kasus harian saat ini saya ingat 56.000. Kita bersyukur hari ini, kemarin kita berada di angka 855 kasus. Itu pun sudah naik yang sebelumnya kita di angka 100-200," paparnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement