Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pilu Mahasiswa Berbagai Etnis Tak Bisa Mudik Natal

Taufik Budi , Jurnalis-Senin, 27 Desember 2021 |17:00 WIB
Pilu Mahasiswa Berbagai Etnis Tak Bisa Mudik Natal
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama dengan mahasiswa yang tidak bisa mudik Natal (Foto: Taufik Budi)
A
A
A

SALATIGA - Tidak semua bisa berkumpul bersama keluarga saat perayaan Natal. Seperti halnya yang dirasakan mahasiswa yang harus merantau demi menempuh pendidikan. 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut merasakan haru saat mendengar nyanyian rindu dari mahasiswa Forum Persaudaraan Antar Etnis Nusantara (Perantara). Lagu berjudul Selamat Natal Mama, dinyanyikan bersama oleh mahasiswa dari berbagai daerah di luar Jawa yang tak pulang saat Natal.

“Teringat saat Natal bersama

Di kampung halamanku

Terkenang wajah mama papa

Yang aku kasihi

Bertahun sudah kita tak jumpa

Hati ini sangat rindu…”

Baca Juga:  Cerita 3 Mahasiswa Jadi Driver Ojek Online, Penghasilannya untuk Bayar Kuliah

“Selamat Natal ya, sudah kontak orangtua belum? Apa pesan yang mereka sampaikan untuk kamu,” tanya Ganjar kepada para mahasiswa yang berkumpul di halaman asrama mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Minggu 26 Desember 2021.

“Jaga kesehatan, jangan keluyuran saat Natal,” kata Pitter, mahasiswa asal Nias.

Baca Juga:  Mahasiswa Buat Pakan Sapi yang Bikin Kandang Tidak Bau

Di asrama tersebut, Ganjar bertemu mahasiswa dari berbagai etnis. Di antaranya dari Nias, Manado, Aceh, Kalimantan hingga Papua. Ganjar pun bercerita pertemuannya dengan teman-teman mereka di Semarang, Sabtu 25 Desember.

“Kemarin saya juga ketemu teman-teman kamu di Semarang. Saya ke asrama yang dari NTT, Papua juga. Makan Papeda kuah kuning mereka buat sendiri, enak sekali,” kata Ganjar.

Melihat mahasiswa-mahasiswa dalam kondisi baik, Ganjar bahagia. Ganjar sembari ngevlog, memberitahu kepada orangtua bahwa mereka sehat dan senang.

“Keluarga yang di Papua anak-anak sehat semuanya, lihat nih yang dari Kalimantan semua sehat, ada yang dari Nias, ada yang dari Manado semuanya sehat-sehat dan kita senang,” tutur dia.

Ganjar berpesan agar mereka tetap menjaga protokol kesehatan selama beraktivitas. Masker harus digunakan saat keluar dan bertemu banyak orang. Apalagi, sebentar lagi pembelajaran tatap muka akan segera dimulai.

“Semua tetap jaga prokes, saya lihat yang penting sehat-sehat,” katanya.

Ganjar terharu saat mendengarkan mereka menyanyikan lagu bersama. Lagu tersebut, menceritakan kerinduan anak yang jauh dari orangtua saat Natal. “Tadi dia nyanyi rindu pada orangtuanya, judulnya Selamat Natal Mama, wah jadi terharu,” tandas dia.

Pitter Telaumbanua, mahasiswa asal Nias Sumatra Utara mengaku senang dengan kedatangan Ganjar ke asrama mahasiswa di UKSW. Menurutnya, ada lebih dari 500 mahasiswa berbagai etnis di Kota Salatiga yang tak pulang ke kampung halaman saat Natal ini.

“Sangat bahagia sekali, senang sekali di momen Natal ini ketika pimpinan daerah bisa mengunjungi teman-teman etnis dari Papua, Aceh, Kalimantan, dan Sulawesi yang berkumpul di asrama UKSW pada siang hari ini. Terima kasih banyak untuk Pak Gub dan semuanya yang sudah datang mengunjungi kami,” pungkasnya.

(Arief Setyadi )

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement