Share

Cerita 3 Mahasiswa Jadi Driver Ojek Online, Penghasilannya untuk Bayar Kuliah

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Minggu 26 Desember 2021 08:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 23 65 2521493 cerita-3-mahasiswa-jadi-driver-ojek-online-penghasilannya-untuk-bayar-kuliah-PKWmwe9Mcp.jpg Ilustrasi ojek online. (Foto: Arif J/MPI)

JAKARTA - Melakukan suatu pekerjaan yang dibarengi kuliah memang tidak mudah dilakukan oleh setiap orang. Perlu adanya manajemen waktu yang baik, mental, dan prinsip yang kuat. Lantaran rasa gengsi yang tinggi, tak banyak mahasiswa yang mau bekerja sebagai driver ojek online.

Namun, berbeda dengan 3 mahasiswa ini. Mereka sama sekali tidak malu melakukan pekerjaan sebagai driver ojol di tengah kesibukan kuliahnya.

Baca juga: Mau Kuliah di Korsel Gratis, Cek Detail Beasiswa KAIST Disini


Baca juga: 5 Kisah Santri yang Sukses, dari Penulis Novel hingga Guru Besar di Amerika

● Dikki, alumnus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati membagikan kisahnya sebagai seorang driver ojek online kala berkuliah. Ia berhasil membiayai kuliah secara mandiri sejak 2018 dengan menjadi mitra Grab.

Dikki mengaku waktu luangnya sebagai mahasiswa lebih berguna dan menghasilkan daripada sebelumnya. Selama menjadi mitra pengemudi GrabBike, Dikki mengaku tidak pernah bolos kuliah. Ia selalu masuk kelas dan pekerjaannya sebagai mitra pengemudi GrabBike ia lakukan di luar jam kuliah.

Penghasilannya sebagai driver ojek online digunakan Dikki untuk cicilan motor, bayar kuliah sendiri, keperluan adik sekolah dan orang tua, hingga renovasi rumah.

Follow Berita Okezone di Google News

● Cerita lain datang dari Syaifudin Baasil. Baasil merupakan mahasiswa jurusan Manajemen Bisnis Digital Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Surakarta yang menyambi kuliah dengan menjadi driver ojek online. Baasil menarik penumpang selepas kuliah hingga malam hari.

Meskipun demikian, Baasil masih dapat mengelola waktu belajar dan bekerja dengan baik. Alasan Baasil menjadi driver ojol karena ingin mencari uang kuliah sendiri dan tidak membebani kedua orangtuanya.

"Saya enggak enak minta uang sama orangtua terus. Jadi saya cari uang saku sendiri," ucap Baasil.

Di sela mencari rezeki, Baasil selalu berbagi dengan sesama. Hal itu terlihat saat Baasil memberikan jasa layanan gratis bagi lansia dan anak yatim piatu dengan menempelkan poster di punggungnya.

Melalui poster itu orang akan tahu bahwa dirinya tidak hanya menarik orderan secara online, tetapi juga offline, khususnya bagi lansia dan anak yatim piatu. Baasil mengaku bangga melakukan pekerjaan ini dan mampu menghasilkan uang dari hasil kerja kerasnya sendiri.

● Berbeda dengan cerita satu ini. Jika driver ojek online kebanyakan laki-laki, seorang mahasiswi Pendidikan dan Kepelatihan Olahraga (PKLO) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (Unnes) juga menjajaki diri sebagai driver ojol.

Ia adalah Lily Rahmawati mahasiswi asal Grobogan, Jawa Tengah. Selain menuntut ilmu, Lily juga bekerja sebagai driver ojek online sejak 2019. Pekerjaan ini Lily lakukan untuk membantu biaya hidup dan membayar kuliah.

Ia tak ingin selalu menyusahkan kedua orang tuanya. Bekerja sebagai driver ojol yang umumnya sangat menyita waktu, nyatanya tak menjadi penghambat Lily untuk berprestasi. Selama kuliah, ia selalu mendapatkan IPK di atas 3,5. Kecemasan terhadap keselamatan diri saat awal menjadi driver ojol mampu ia tepis dengan kemampuannya dalam bela diri. Lily sempat mengeluhkan orderan yang menurun kala pandemi Covid-19. Namun, meski pandemi belum usai, kini orderannya sudah kembali ramai.

*Dilansir dari berbagai sumber

Pratitis Nur Kanariyati/Litbang MPI

 

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini