Share

Dekan FIB UB Sebut Novia Widyasari Mahasiswa yang Aktif di Organisasi hingga Tulis Buku soal Harapan

Avirista Midaada, Okezone · Minggu 05 Desember 2021 22:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 05 65 2512340 dekan-fib-ub-sebut-novia-widyasari-mahasiswa-yang-aktif-di-organisasi-hingga-tulis-buku-soal-harapan-kt203Kx1Z5.JPG Konferensi Pers UB soal Novia Widyasari (Foto: MPI/Avirista)

MALANG – Selama menjadi mahasiswa di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB), Novia Widyasari, selebgram cantik terkenal aktif di kampus. Bahkan dari catatan dari pihak fakultas, ia kerap terlibat di beberapa organisasi dan kepanitiaan.

Salah satunya saat ia terlibat di kepanitian Pengenalan Kehidupan Kampus (PKK) Mahasiswa Baru (Maba) tahun 2017, yang berujung pada tindakan pelecehan seksual fisik dan verbal oleh salah satu seniornya.

Bahkan Novia Widyasari ini juga merupakan selebgram dan menjadi penulis buku, salah satu bukunya berjudul Laras Asa sempat diperbincangkan di media sosial, pasca korban meninggal dunia.

“Mahasiswa ini mahasiswa yang baik aktif, dia mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2016,” ucap Dekan FIB Universitas Brawijaya Prof Dr Agus Suman.

Tetapi Agus mengakui, bila mahasiswanya ini sedikit memiliki permasalahan keluarga. Hal ini diketahui saat pelayanan konseling dengan tim dari Universitas Brawijaya.

“Yang bersangkutan mendapatkan pelayanan konseling dari Universitas Brawijaya, karena ada masalah. Tetapi yang saya tangkap informasi baik dari prodi atau jurusan, anak yang baik anak yang aktif, anak yang cukup bagus prestasinya,” terang dia.

Namun ia merasa terkejut dengan kematian tragis mahasiswinya dengan cara bunuh diri meminum racun di makam ayahnya. Mengingat selama ini mahasiswi asal Mojokerto ini telah semaksimal mungkin diberikan pendampingan konseling oleh kampus.

“Saya katakan bahwa mahasiswa ini seperti ada persoalan, oleh karena itu kami membantunya melalui konseling. Kita sama-sama terkejut mendengar kabar itu (bunuh diri korban) dan ada peristiwa itu karena tidak pernah menceritakan hal itu,” jelasnya.

Ia mengklaim jika pihaknya tak membiarkan begitu saja NWR menghadapi perlakuan pelecehan seksual baik oleh seniornya, maupun oknum polisi bernama Randy.

“Bukan kita membiarkan, itu mustahil sekali kami lakukan. Itu mahasiswa kita juga. Jadi tidak mungkin kami membiarkan di fakultas kami atau Universitas Brawijaya (mengalami pelecehan seksual), kebetulan almarhumah meninggal dengan kasus berbeda, tapi ada yang mengkaitkan dengan kasus yang sebenarnya sudah selesai,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Novia Widya Sari meninggal dunia usai bunuh diri di atas makam ayahnya pada Kamis 2 Desember 2021. Penelusuran di jejak digitalnya di media sosial, diduga peristiwa bunuh diri itu akibat pemaksaan aborsi yang dilakukan oleh kekasih korban yang juga seorang oknum polisi, sebanyak dua kali.

Polisi sendiri sudah menetapkan tersangka bernama Randy Bagus yang bertugas di Mapolres Pasuruan. Ia pun telah ditahan di Mapolda Jawa Timur sejak Sabtu malam kemarin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini