Super New Moon dan Gerhana Matahari Total Terjadi di Desember, Anak Astronomi Wajib Catat!

Agregasi Solopos, · Kamis 02 Desember 2021 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 624 2510935 super-new-moon-dan-gerhana-matahari-total-terjadi-di-desember-anak-astronomi-wajib-catat-bZND8tKgeV.jpg Fenomena alam akan terjadi di awal Desember, momen yang baik baik mahasiswa Fakultas Astronomi untuk mempelajarinya. (Foto: ITB)

JAKARTA - Fenomena astronomis Super New Moon atau Bulan Baru Super dan Gerhana Matahari Total bakal terjadi di awal Desember ini. Nah, bagi kamu anak Fakultas Astronomi yang ingin meneliti fenomena alam, wajib mencatat nih tanggalnya.

Di Bulan Desember juga akan terjadi fenomena alam lainnya. Diprediksi juga terjadi puncak hujan meteor Phoenicid pada 6-7 Desember nanti.

Berikut jadwal lengkap dan penjelasannya, Kamis (2/1/2021): 

Konjungsi Tripel Venus-Saturnus-Jupiter, 1-4 Desember 2021

Pekan pertama bulan ini akan dimulai dengan Konjungsi Tripel Venus-Saturnus-Jupiter. Proyeksinya, fenomena ini akan terjadi 1-4 Desember dan bisa disaksikan sejak awal senja bahari dan berlangsung selama 2,5 jam. “25 Menit setelah terbenam Matahari, selama 2,5 jam dari arah Barat Daya,” tulis pada laman itu.

Baca Juga : Pelajari Astronomi, Ini 5 Fakta Venus si Kembaran Bumi

Okultasi Mars oleh Bulan, 3 Desember 2021 

Fenomena astronomis tersebut diproyeksikan akan terjadi pada 3 Desember 2021. Ini akan terjadi ketika Mars melintas di belakang Bulan sehingga tampak tertutupi oleh Bulan. Fenomena ini terjadi karena jarak Mars ke Bumi lebih jauh dibanding dengan jarak Bulan ke Bumi. Sayangnya, fenomena ini tak bisa dilihat dari Indonesia.

Baca juga : ITB Kembangkan Drone dan Bahan Baku Roket, Reaksi Prabowo Mengejutkan

Konjungsi Bulan-Mars, 3 Desember

Berbanding terbalik, warga di wilayah yang tak bisa melihat Okultasi Mars oleh Bulan dapat menyaksikan Okultasi Bulan-Mars. Fenomena ini bisa dilihat di timur sejam sebelum Matahari terbit dan berlangsung selama 35 menit.

Gerhana Matahari Total di Antartika, 4 Desember

Wilayah Antartika yang terkena Umbra Bulan bakal mengalami Gerhana Matahari Total dengan durasi antara 90-116 detik. Lebar umbra Bulan di permukaan Bumi bervariasi antara 421-450 km.

Super New Moon, 4 Desember

Bulan Super Baru adalah fase Bulan Baru yang kejadiannya berdekatan dengan saat Perige Bulan. Bulan Baru kali ini terjadi pukul 14.43.03 WIB dengan jarak geosentrik 356.805 km dan lebar sudut 33,49 menit busur.

Sedangkan Perige Bulan terjadi dua jam setelahnya, yakni pukul 16.57.44 WIB. Bulan Baru Super adalah fenomena tahunan yang sebelumnya terjadi pada 30 Agustus 2019 dan 17 Oktober 2020.

Baca Juga : World Space Week, ITB Gelar Pameran Astronomi

Puncak Hujan Meteor Phoenicid, 6-7 Desember

Phoenicid adalah hujan meteor yang titik radiannya berada di konstelasi Phoenix dekat bintang Alfa Eridani konstelasi Eridanus. Hujan meteor ini bersumber dari debu Komet 289P/Blanpain yang mengorbit Matahari selama 5,18 tahun.

Hujan meterior ini bisa disaksikan sejak awal senja bahari hingga pukul 02.15 waktu setempat dari arah Tenggara hingga Barat Daya. Di Indonesia, intensitas hujan meteor ini berkisar 51 meteor/jam (Sabang) hingga 74 meteor/jam (Pulau Rote).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini