Share

Mulai Januari 2022, ITB Gelar Kuliah Tatap Muka

Arif Budianto, Koran SI · Senin 15 November 2021 19:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 15 65 2502196 mulai-januari-2022-itb-gelar-kuliah-tatap-muka-1HMS92Oc3L.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

BANDUNG - Institut Teknologi Bandung (ITB) akan mulai mengelar kuliah tatap muka atau luring mulai Januari 2022. Kendati begitu, kuliah tatap muka akan dilakukan secara bertahap pada beberapa mata kuliah khusus.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Jaka Sembiring, mengatakan, sivitas ITB telah melaksanakan kegiatan akademik luring secara terbatas selama dua semester terakhir. Itu merupakan proses latihan menjalani kehidupan baru, hidup dengan kebiasaan baru, termasuk dalam proses belajar mengajar.

Guru Besar bidang teknologi informasi ini memaparkan, kegiatan luring 100 persen dilakukan pada perkuliahan yang bersifat pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), antara lain praktikum, workshop, studio, kuliah lapangan, dan sejenisnya. “Kita akan memastikan dan mengintensifkan kegiatan-kegiatan tersebut secara luring semester depan, tentu dengan cermat dan hati-hati," katanya dalam siaran persnya, Senin (15/11/2021).

Untuk praktikum, workshop dan studio akan dilaksanakan sepenuhnya di dalam kampus, dengan pengaturan mekanisme yang disesuaikan dengan kapasitas ruangan. Kegiatan ini, menurut Jaka dilakukan untuk mengembalikan proses pengembangan keterampilan mahasiswa dengan berbagai peralatan yang sangat penting dalam menunjang pemahaman bahan kuliah dan bekal dalam karier ke depan.

Selain kegiatan yang bersifat pembelajaran berbasis pengalaman yang dilakukan sepenuhnya secara luring, proses ujian dan sidang juga dilaksanakan secara penuh di dalam kampus. “Metode evaluasi secara luring diprioritaskan untuk kembali berjalan di kampus, untuk lebih efektif meningkatkan standar penilaian hasil belajar dan kualitas pembelajaran,” jelasnya.

Sementara itu, untuk kegiatan perkuliahan di kelas diselenggarakan secara hybrid, yaitu dengan mekanisme sebagian mahasiswa akan berkuliah di dalam kelas dan sebagian melakukan kulian daring secara bersamaan. “Program studi akan diminta untuk memilih dan menetapkan minimal tiga mata kuliah untuk setiap angkatan,” ujar Jaka.

Mahasiswa akan melakukan kuliah luring secara bergiliran dengan kapasitas ruangan maksimum 50 persen dari kapasitas normal. Seluruh fasilitas kelas, lanjut Prof. Jaka, akan dilengkapi dengan peralatan penunjang kuliah hybrid agar dapat menghadirkan suasana perkuliahan juga kepada mahasiswa yang melakukan perkuliahan secara daring.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini