Share

Catch-up Imunisasi, Solusi Selamatkan Anak di Masa Pandemi

Tim Okezone, Okezone · Rabu 10 November 2021 17:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 10 65 2499786 catch-up-imunisasi-solusi-selamatkan-anak-di-masa-pandemi-XKCWkiXkZ2.jpg Catch up imunisasi, solusi selamatkan anak di masa pandemi/ freepik

BULAN Oktober - November 2021, Indonesia mulai bergeliat lagi. Saat ini, angka Covid-19 melandai, dan kehidupan masyarakat bergerak cepat dengan kenormalan baru.

Namun, apabila kita mengingat ke belakang, betapa banyak hal yang harus kita tunda karena pandemi, termasuk imunisasi anak-anak. Imunisasi tidak lagi menjadi prioritas manakala keluarga harus berjibaku dengan keadaan ekonomi yang merosot, terpapar Covid-19, bahkan harus menghadapi kematian anggota keluarganya.

Di sisi lain, orangtua juga enggan membawa anaknya imunisasi karena khawatir terpapar Covid-19 di fasilitas kesehatan. Tampak bahwa pandemi Covid-19 berdampak negatif terhadap cakupan imunisasi.

Cakupan Imunisasi Masa Pandemi Pada Webinar "Pekan Imunisasi Dunia, Imunisasi Menyatukan Kita” pada April 2021 menyebutkan bahwa Kementerian Kesehatan melaporkan setidaknya 83,9% pelayanan kesehatan terkait imunisasi anak di Indonesia terhenti akibat pandemi Covid-19.

ist

Berdasarkan data Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi dari Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, cakupan imunisasi dasar lengkap secara nasional pada tahun 2020 sebesar 83,3 %.

Dibandingkan cakupan nasional pada tahun 2019, terjadi penurunan cakupan imunisasi dasar lengkap sebesar 11 %, dan cakupan 2020 berada 10.3 % di bawah target Renstra 2020.

Cakupan imunisasi tahun 2020 merupakan cakupan terendah dalam kurun waktu 2011-2020 sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Imunisasi terhenti, penyakit mengintai anak Apa jadinya bila imunisasi pada anak tertunda bahkan terhenti. Akibatnya sudah seperti diduga, berbagai penyakit akan mengintai anak-anak kita.

Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) mencakup polio, hepatitis B, pertussis, difteri, haemophilus influenzae tipe B, campak, dan tetanus. Berkaca pada kejadian luar biasa kasus Difteri pada tahun 2017, KLB Difteri terjadi di 170 kabupaten/kota dan di 30 provinsi, dengan jumlah sebanyak 954 kasus, dan kematian sebanyak 44 kasus.

Kasus KLB Difteri diatasi dengan program Outbreak Response Immunization Difteri ( ORI Difteri) dari pemerintah yang dimulai pada pertengahan bulan Desember 2017. Apabila penurunan cakupan imunisasi pada tahun 2020 tidak dikejar pada tahun 2021 dan tahun-tahun berikutnya, maka besar kemungkinan kejadian luar biasa beberapa PD3I akan terjadi.

Data dari Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020 dari Kemenkes menyebutkan pada tahun 2020 terdapat 3382 kasus suspek campak dan 259 kasus difteri. Catch-up imunisasi sebagai solusinya Dampak pandemi Covid-19 dan tertundanya cakupan imunisasi anak tentu sangat mengkhawatirkan. Tetapi untungnya Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sudah memiliki solusi untuk itu.

Adapun solusi yang direkomendasikan IDAI adalah dengan melaksanakan catch-up imunisasi. Apakah sebenarnya catch-up imunisasi itu dan bagaimana ini dapat menjadi solusi? Catch-up imunisasi adalah imunisasi kejar, yaitu mengisi ketertinggalan vaksin yang belum didapatkan anak, terutama pada usia sebelum 2 tahun, atau paling maksimal harus sudah didapatkan anak tersebut sebelum masuk sekolah.

Dengan catch-up imunisasi maka anak akan memiliki antibodi untuk proteksi terhadap penyakit. Dan dengan banyaknya anak yang memiliki proteksi juga akan berperan tercapainya herd immunity terhadap PD3I. Diharapkan proteksi ini akan mampu mencegah “ledakan” kasus PD3I.

Catch-up imunisasi dan kolaborasi Keberhasilan catch-up imunisasi perlu kolaborasi dari fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas dengan program imunisasi kejar, fasilitas kesehatan swasta seperti rumah sakit dan klinik layanan vaksinasi dengan memberikan edukasi dan layanan imunisasi kejar, serta peran terpenting dari orangtua untuk melengkapi imunisasi anaknya.

 Dengan dimulainya sekolah tatap muka, meningkatnya mobilitas terutama euforia revenge holiday, anak-anak menjadi rentan terpapar penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi. Catch-up imunisasi sangat penting untuk menjadi prioritas orangtua.

*Mila Fitriana*

*Mahasiswa Pascasarjana Kajian Administrasi Rumah Sakit Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia*

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini