Kemendikbudristek: Kepercayaan Industri terhadap Pendidikan Vokasi Meningkat

Riezky Maulana, iNews · Jum'at 15 Oktober 2021 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 65 2487040 kemendikbudristek-kepercayaan-industri-terhadap-pendidikan-vokasi-meningkat-mx4aobBu3a.jpg Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek (Foto: tangkapan layar)

JAKARTA - Butuh berbagai hal untuk mengimplementasikan link and match antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri. Satu di antaranya adalah membangun rasa percaya dari industri kepada pendidikan vokasi melalui pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, profesional, serta mampu menjawab tantangan dan kebutuhan industri.

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto mengatakan terdapat delapan aspek yang harus dunia pendidikan vokasi Indonesia hadapi dalam kaitannya dengan link and match dengan industri.

Aspek-aspek tersebut adalah kurikulum, pembelajaran berbasis proyek, tenaga pengajar dari industri, magang, sertifikat kompetensi, pelatihan industri, riset terapan, serta komitmen penyerapan insan vokasi oleh industri.

“Usaha mengimplementasikan link and match antara pendidikan dengan industri harus dimulai dari membangun integritas, komitmen, kepercayaan, dan apa manfaat untuk industri. Kita sudah mendapatkan kepercayaan dari industri dan kepercayaan industri terhadap pendidikan tinggi vokasi terus meningkat,” kata Wikan dalam webinar, Jumat (15/10/2021).

“Pendidikan vokasi juga makin percaya diri mampu memberikan kontribusi signifikan bagi industri. Ini adalah keterlibatan dunia kerja di segala aspek penyelenggaraan pendidikan vokasi,” sambungnya.

Wikan mengatakan, pendidikan vokasi Indonesia akan menghadapi banyak tantangan di masa depan, terutama dalam kaitannya dengan industri. Ia pun meyakini bahwa kerja sama internasional menjadi aspek yang penting bagi Indonesia dalam menjawab tantangan-tantangan tersebut. Saat ini, sambung dia, institusi pendidikan tidak boleh hanya fokus pada kemampuan teknis atau hard skill.

Baca juga: Kemendikbudristek Dukung Pemberdayaan Pendidikan Vokasi untuk Masyarakat Desa

Institusi pendidikan vokasi juga harus memberikan perhatian pada soft skill dan karakter. Menurut Wikan, institusi pendidikan vokasi harus bisa menghasilkan insan vokasi yang memiliki karakter kuat, soft skill kuat, dan hard skill yang kuat.

“Ini konsep yang harus kita tanamkan. Soft skill dan hard skill harus dimiliki insan vokasi secara seimbang. Kompetensi diciptakan oleh karakter, soft skill, dan hard skill,” ujar Wikan.

Baca juga: Kemendikbudristek Gandeng 5 Kampus untuk Latih Kepala SMK

Presiden Joko Widodo telah menyatakan pemerintah memberikan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia, terutama di pendidikan vokasi. Kepala Negara meminta segenap jajarannya untuk terus bekerja sama dengan negara lain dan institusi internasional seperti Swiss, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Singapura, atau World Bank. Tujuannya adalah pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi.

Presiden juga mengatakan pengembangan sumber daya manusia seperti pelatihan vokasi dan magang vokasi ke luar negeri harus dilakukan dalam skala besar. Begitu juga mendatangkan tenaga-tenaga pengajar vokasi dari luar negeri untuk melatih pendidik dan peserta didik vokasi.

Mengirim peserta didik untuk studi vokasi ke luar negeri bisa berdampak positif bagi pengembangan kompetensi mereka. Berdasarkan pengalaman Ditjen Pendidikan Vokasi, peserta didik yang telah menjalani pendidikan di luar negeri mengalami peningkatan kemampuan berkomunikasi dan kepercayaan diri.

Baca juga: Nadiem Beri Semangat kepada 8.053 Calon Guru Penggerak Angkatan 4

Sehingga banyak aktivitas yang bisa dikembangkan dari kolaborasi antara Indonesia dan mitra-mitra internasional untuk mengembangkan sumber daya manusia vokasi Indonesia.

Dia mencontohkan aktivitas-aktivitas yang bisa dilakukan antara lain pertukaran pelajar atau staf pengajar dan riset gabungan (joint research). Wikan berharap seminar Stadium Generale – Chapter 1: Switzerland bisa menghasilkan ide-ide yang bermanfaat dari membangun kemitraan yang kuat antara pendidikan tinggi vokasi dan industri dari perspektif Swiss dan negara-negara Eropa secara lebih luas.

Baca juga: Kemendikbudristek: Transformasi Pendidikan Vokasi Dibutuhkan untuk Cetak Entrepreneur

"Bagaimana mengimplemtasikan link and match antara politeknik dan industri, bagaimana kita menghasilkan rencana strategis, terutama dalam kemitraan lokal dan global yang berkelanjutan, harus dimulai dari membangun rasa percaya, yang tentunya tidak hanya berdampak kepada politeknik, tapi juga kepada industri,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini