Share

Perguruan Tinggi Harus Antisipasi Dinamika Perubahan Dunia Kerja

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Sabtu 02 Oktober 2021 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 02 65 2480332 perguruan-tinggi-harus-antisipasi-dinamika-perubahan-dunia-kerja-QFSOnfqnOm.jpg Plt Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek Prof Nizam di Dies Natalis ke-61 Untar (Foto: Tangkapan layar)

JAKARTA - Perguruan tinggi harus mengantisipasi perubahan di dunia kerja. Sehingga sinergi antara perguruan tinggi dengan dunia kerja diperlukan untuk menciptakan lulusan dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja di masa depan.

Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Diktiristek) Kemendikbudristek Prof Nizam mengatakan, perguruan tinggi sebagai lembaga yang menyiapkan mahasiswa dari dunia pendidikan ke dunia kerja dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah.

"Perubahan dinamika di dunia kerja yang sangat pesat mengharuskan kita berpikir ulang dengan bagaimana kita menyelenggarakan pendidikan tinggi," katanya pada Sidang Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-62 Untar yang dipantau dari Youtube, Sabtu (2/10/2021).

 (Baca juga: Magang hingga Sertifikasi Akan Bantu Mahasiswa Cepat Diserap Industri)

Guru besar UGM ini menjelaskan, Mckinsey memprediksi 23 juta lapangan pekerjaan akan hilang dari Indonesia dalam 10 tahun kedepan. Sehingga yang menjadi tantangan perguruan tinggi adalah menyiapkan lulusan dengan kompetensi yang dunia kerja pun tidak tahu kompetensi seperti apa yang akan dibutuhkan di masa depan.

"Oleh karena itu tidak ada pilihan lain kecuali kita bersinergi dengan dunia kerja. Program Kampus Merdeka cara terbaik untuk mengatasi dan memastikan lulusan perguruan tinggi relevan dengan dinamika perubahan yang terjadi di dunia kerja. Sinergi adalah kata kunci," ucapnya.

 (Baca juga: Kemdikbudristek: Kampus Merdeka Bekali Mahasiswa dengan Kompetensi)

Nizam pun mengapresiasi Untar yang mengambil tema Untar Bersinergi untuk Membangun Prestasi. Menurutnya, bergandengan tangan dengan dunia kerja, dunia industri dan dunia usaha merupakan hal yang tepat untuk bersama menciptakan lapangan pekerjaan baru. Juga untuk menciptakan kompetensi-kompetensi baru yang sesuai dengan dinamika yang terjadi di dunia kerja.

Nizam berharap, semoga dengan Dies Natalis ke 62 ini maka Untar melalui program Kampus Merdeka akan lebih kokoh dalam membawa mahasiswa menemukan diri dan masa depannya. Selain itu juga membangun karakter dan berpikir kreatif dan berdaya saing tinggi.

Sementara itu Rektor Untar Prof Agustinus Purna Irawan mengatakan, Untar saat ini telah menghasilkan 100.000 alumni dengan akreditasi A dari BAN PT dan memiliki 8 fakultas dan 30 prodi. Jumlah mahasiswa saat ini kurang lebih 15.000 orang dari jenjang S1, S2, S3 dan profesi.

Dia menambahkan, Untar juga telah mengembangkan program Kampus Merdeka yang telah dicanangkan Kemendikbudristek sebagai bentuk persiapan mahasiswa menjadi profesional entrepreneur di bidang masing-masing dan berkontribusi bagi pembangunan nasional.

"Sehingga kolaborasi dengan industri akan terus ditingkatkan sebagai bentuk kolaborasi dan kontribusi Untar kepada masyarakat luas," terang rektor.

Menurutnya, Untar mendeklarasikan diri sebagai Entrepreneurial University yang mendidik mahasiswanya untuk memiliki jiwa entrepreneur. Ditandai dengan berbagai macam kegiatan dan Untar juga mendesain kurikulum sehingga mahasiswa dapat mengembangkan entrepreneurship di kampusnya.

"Nilai-nilai dasar yang diterapkan di Untar adalah integritas, profesionalisme dan entrepreneurship," katanya.

Untar juga telah membangun sinergi dengan banyak pihak. Seperti dengan kementerian, lembaga dan pemerintah daerah sebagai bentuk kontribusi Untar untuk Indonesia. Untar juga membangun sinergi dengan dunia industri dan dunia bisnis.

"Banyak perusahaan yang telah membangun kolaborasi dengan Untar untuk memfasilitasi Untar dan para mahasiswa dalam magang, praktek, penelitian, riset dan berbagai kegiatan lain," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini