Mahasiswa UB Buat Aplikasi Peta Khusus untuk Penyandang Tunanetra

Avirista Midaada, Okezone · Senin 13 September 2021 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 65 2470407 mahasiswa-ub-buat-aplikasi-peta-khusus-untuk-penyandang-tunanetra-VEM1UhHsNn.jpg Mahasiswa UB ciptakan aplikasi peta khusus untuk penyandang tunanetra. (Ist)

MALANG - Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya membuat aplikasi peta digital yang khusus untuk tunanetra. Aplikasi buatan Muhammad Erwin Amrullah, mahasiswa Magister Ilmu Komputer ini, menamakannya dengan UBblindmap.

Sesuai namanya UBblind map merupakan aplikasi berbasis peta wilayah Universitas Brawijaya (UB) yang nantinya rilis di Google Play Store dan bisa di-download oleh semua orang.

Muhammad Erwin Amrullah menuturkan, aplikasi peta tersebut menggunakan suara dan getaran menyesuaikan cara komunikasi penyandang tunanetra yang membutuhkan indera peraba dan pendengaran. Selain itu, fitur suara dan getaran ini berfungsi sebagai informasi saat diusap pada aplikasi, kemudian penyandang tunanetra akan mengetahui informasi pada aplikasi peta yang digunakan.

"Aplikasi ini dirancang berdasarkan peta kawasan wilayah Universitas Brawijaya, lalu ditransformasi menjadi sebuah peta dan mempunyai fitur suara dan getaran agar penyandang tunanetra bisa menggunakannya," kata Erwin, pada Senin pagi (13/9/2021) melalui rilisnya.

Di bawah bimbingan dua dosen, yaitu Dr. Sc. Fatwa Ramdani, SSi, MSc dan Dr. Eng. Herman Tolle, ST, MT, aplikasi peta tunanetra diinstal di sebuah tablet berukuran 10 inch, untuk emudian menjadi alat fasilitas pengenalan wilayah di kawasan Universitas Brawijaya. Hadirnya aplikasi ini, memudahkan para mahasiswa maupun pengunjung tunanetra yang berada di wilayah universitas tersebut.

Baca Juga : Olahan Porang Mahasiswa Brawijaya Sabet Penghargaan Bergengsi Internasional

"Aplikasi peta tunanetra UBblindmap ini dibuat melalui aplikasi Unity dan Blender yang biasa digunakan untuk 3D modelling membuat sebuah game. Map dibuat berupa 3D juga untuk tunanetra yang low blind. Tunanetra ini kan ada kategori dari low vision sampai totally blind. Jadi mereka semua bisa menggunakannya dan sudah diatur warna kecerahan bagi tunanetra kategori low blind," tuturnya.

Saat ini ia tengah mengajukan proses ke HAKI dan IOS untuk bisa mengunduh aplikasi ini. "Saat ini UBblindmap sudah dalam proses pengajuan ke HAKI dan juga pengguna iOS nantinya bisa men-download aplikasi ini," tutur Erwin.

Adanya aplikasi peta tunanetra UBblindmap ini diharapkan dapat membantu penyandang disabilitas tunanetra dan juga sebagai fasilitas wajib di institusi kampus. Sehingga kampus-kampus di Indonesia juga semakin ramah pada penyandang tunanetra.

"Semoga semakin banyak penemuan anak bangsa dalam membantu mengatasi masalah sehari-hari," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini