Kemendikbudristek: Transformasi Pendidikan Vokasi Dibutuhkan untuk Cetak Entrepreneur

Antara, · Jum'at 03 September 2021 23:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 65 2465957 kemendikbudristek-transformasi-pendidikan-vokasi-dibutuhkan-untuk-cetak-entrepreneur-ghe1e9XZNr.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wirausahawan di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mendorong para insan vokasi untuk mengembangkan kewirausahaan.

Selama ini kewirausahaan telah menjadi tipikal dari kegiatan pembelajaran di seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Materi pembelajaran kewirausahaan hadir di semua kurikulum sejak belasan tahun lalu, namun jumlah wirausahawan masih kurang dibandingkan dengan negara tetangga.

“Jumlah wirausahawan Singapura mungkin sudah di atas 10%, kita masih di angka 3%,” ujar Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto, Jumat (3/9/2021).

Menurut Wikan sebaiknya insan vokasi jangan terlena oleh mata kuliah kewirausahaan hingga pusat inkubasi bisnis yang telah ada di setiap perguruan tinggi.

Baca juga: Perguruan Tinggi Diminta Siap Song-song PTM Terbatas

Wikan mengatakan transformasi pendidikan vokasi sangat dibutuhkan untuk menciptakan 4 juta pengusaha baru, sebagai syarat Indonesia untuk menjadi lima besar PDB terbesar di dunia.

"Lakukan perubahan atau transformasi setelah ikut seminar ini. Jangan berhenti pada euforia atau mungkin kesadaran sejenak, tetapi nanti lupa bertransformasi, nanti lupa mengeksekusi," tegas Wikan.

Baca juga: Soal Program ADK 2022, Mendikbudristek Prioritaskan 2 Hal Ini

Wikan mengatakan dalam pengajaran nilai kewirausahaan, sering kali insan vokasi langsung membuat purwarupa atau prototype. Kemudian, insan vokasi membuat produk, tapi belum memastikan pembelinya. Seharusnya, kata dia, terlebih dahulu melakukan riset pasar, seperti pihak pembelinya, jumlah yang dibeli, harga, hingga durasi produk berada di pasar.

Ia pun memperkenalkan layanan Si Kompeten yang mempemudah masyarakat untuk melakukan uji kompetensi secara daring.
“Si Kompeten merupakan layanan yang dikembangkan Direktorat Kursus dan Pelatihan Ditjen Vokasi, yang bertujuan untuk meningkatkan penjaminan mutu proses uji kompetensi dan mutu lulusan. Ini merupakan upaya mendigitalisasi proses yang dulunya manual sehingga memunculkan berbagai kecepatan dan kemudahan bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan demikian, katanya, hal itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam melakukan uji kompetensi dan juga sertifikasi. Dengan layanan tersebut, masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan.
Wikan menambahkan layanan tersebut juga menjamin mutu lulusan, peningkatan mutu pengujian dan digitalisasi.

Wikan mengungkapkan, saat ini telah banyak sekolah menengah kejuruan maupun perguruan tinggi yang telah membuat berbagai mesin hingga kendaraan listrik, namun masih terganjal dalam aspek penjualan.

Menurut Wikan harus ada pembenahan urutan dalam pengembangan kewirausahaan di perguruan tinggi.

Ia pun memperkenalkan layanan Si Kompeten yang mempemudah masyarakat untuk melakukan uji kompetensi secara daring.

“Si Kompeten merupakan layanan yang dikembangkan Direktorat Kursus dan Pelatihan Ditjen Vokasi, yang bertujuan untuk meningkatkan penjaminan mutu proses uji kompetensi dan mutu lulusan. Ini merupakan upaya mendigitalisasi proses yang dulunya manual sehingga memunculkan berbagai kecepatan dan kemudahan bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Indonesia-Australia Kerja Sama Kembangkan Keterampilan Digital untuk Pendidikan Vokasi

Dengan demikian, katanya, hal itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam melakukan uji kompetensi dan juga sertifikasi. Dengan layanan tersebut, masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan. Wikan menambahkan layanan tersebut juga menjamin mutu lulusan, peningkatan mutu pengujian dan digitalisasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini