MOJOKERTO - Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Mojokerto serentak dimulai. Kondisi ekonomi yang sulit lantaran pandemi Covid-19 serta kebijakan PPKM, membuat sejumlah siswa Kelas VII SMP masih menggunakan seragam merah putih sekolah dasar (SD).
Seperti yang terlihat di SMPN 8 Kota Mojokerto ini. Puluhan siswa kelas VII masih banyak yang mengenakan seragam SD di hari pertama diberlakukannya PTM pasca dimulainya tahun ajaran baru tahun pada bulan Mei 2021 lalu. Para siswa ini terpaksa masih mengenakan seragam lama lantaran selama ini kegiatan belajar dilakukan secara daring.
"Belum beli seragam SMP, walau sebenarnya sudah tahu diberitahu guru kalau hari ini (Senin, 30 Agustus 2021) masuk sekolah secara PTM," kata salah seorang siswa kelas VII SMPN 8 Kota Mojokerto, Agra Wahyu Pragata.
Baca juga: Kemenag : Pelaksanaan PTM Harus Izin Gugus Tugas Setempat
Kendati masih mengenakan seragam sekolah lama, namun Agra mengaku tak canggung. Lantaran masih banyak teman-temannya yang juga memakai seragam SD di hari pertama masuk PTM ini. Ia justru mengaku senang bisa masuk sekolah untuk pertama kalinya pasca kebijakan PPKM Darurat dan PPKM Level diberlakukan di Kota Onde-onde.
"Perasaan saya senang, terus gembira bisa PTM. Walau pertama kali bingung masuk sekolah, soalnya saya bawa sepeda parkir dimana. Ikutin kakak kelas ditunjukin akhirnya," ucap Agra usai mengikuti kegiatan PTM pertama kali.
Baca juga: Dimulai September, Sekolah Tatap Muka di Tangsel Harus dengan Izin Orangtua
Sementara itu, salah seorang wali murid Nikmatur Rohma warga Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto mengungkapkan, ia belum sempat membelikan anaknya seragam baru karena kondisi ekonomi tengah sulit. Kendati ia mengetahui sejak hari ini, sang buah hati mulai masuk sekolah.
"Sudah tahu sejak beberapa hari lalu sebenarnya, namun memang belum bisa membelikan. Kondisi keuangan juga lagi sulit, sehingga sementara pakai seragam yang lama dulu. Ayahnya juga lagi tidak kerja karena kena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) kemarin," kata Nikmatur.