JAKARTA - Camat Grogol Petamburan, Didit Sumaryanta, beserta jajarannya melakukan peninjauan ke SMA 23 Negeri yang sedang menjalankan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di hari pertama, Senin (30/8/2021).
Pantauan MNC Portal Indonesia di lapangan, Didit tiba di lokasi sekitar pukul 08.45 WIB. Pada kesempatan kali ini, Didit mengenakan baju dan celana bercorak coklat. Tampak ia juga mengenakan double masker.
Baca juga: Survey KPAI: Kesiapan Sekolah untuk PTM Meningkat
Dari gerbang sekolah SMA 23 Negeri, Didit berjalan menuju ke petugas sekolah untuk dicek suhu tubuh dan mencuci tangan. Kemudian, Didit langsung beranjak ke lantai dua di mana berlangsungnya PTM. Ia pun langsung disambut Kepala Sekolah SMA 23 Negeri Sri Damayanti beserta para guru.
Selanjutnya ia menuju ruang kelas untuk menyapa para murid. Hari ini kita melakukan monitoring pelaksanaan PTM di wilayah tomang di SMA 23 Negeri.
"Kami tadi melihat dari proses sarana dan prasarana terkait dengan kesiapan untuk melakukan kegiatan," kata Didit kepada MNC Portal Indonesia usai tinjau kesiapan PTM di SMA 23 Negeri, Senin (30/8/2021).
Baca juga: Orangtua Pilih Antarjemput Anaknya ke Sekolah
Didit mengungkapkan, bahwa tidak sedikit para murid yang mengaku tidak kenal satu sama lain. Ia juga menyebutkan bahwa para murid masih merasa canggung untuk berinteraksi. Menurutnya, PTM ini merupakan penyesuain diri akibat Pembelajaran Jarah Jauh (PJJ) untuk para murid.
"Walaupun kita hanya melakukan seminggu sekali tapi paling tidak ini penyesuaian diri kepada anak-anak. Karena apa? Kita lihat tadi anak-anak antara satu dengan yang lain tidak saling kenal, karena sudah satu tahun setengah tidak sekolah offline," ujar Didit.
"Sehingga ini betul-betul merupakan penyesuain diri, sehingga pada saat nanti sekolah secara normal anak-anak tidak canggung lagi," imbuh Didit.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Barat, Subaedah yang juga meninjau PTM di SMA 23 Negei ini meminta dukungan baik dari orang tua sampai petugas keamanan untuk tetap menjaga anak-anak terhindar dari Covid-19 selama PTM ini berlangsung. Dengan begitu, sekolah akan melangsungkan PTM secara bertahap.
"Kemudian harapan berikutnya adalah anak-anak ini bisa lebih semangat karena merasa ketinggalan. Hampir dua tahun kan dari Maret 2020 mereka tidak sekolah di sekolah. Artinya, walaupun mereka tetap belajar di sekolah tetapi fasilitas-fasilitasnya tidak seperti mereka datang ke sekolah," ujar Subaedah.
Adapun pembukaan sekolah untuk PTM di DKI Jakarta dan wilayah aglomerasi Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) sedang berlangsung hari ini. PTM ini diselenggarakan di 610 sekolah mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK. (din)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik