Menurut Nizam, tantangan yang dihadapi ke depan akan semakin kompleks dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi yang pesat, sehingga kemampuan lintas keilmuan menjadi sangat penting dan kewirausahaan juga harus dikembangkan bagi para mahasiswa.
Oleh karena itu, Kemdikbudristek melakukan transformasi pembelajaran dari pendekatan preskriptif di mana selama ini mahasiswa hanya fokus pada satu bidang keilmuan menjadi pembelajaran yang lebih fleksibel dan lebih kaya makna melalui Kampus Merdeka.
"Mahasiswa bisa berkesempatan belajar lintas program studi untuk memperkaya dan memperkuat keilmuan dan potensi terbaik mahasiswa bisa diasah," katanya.
Pembelajaran fleksibel tersebut menyiapkan SDM untuk kreatif, adaptif dan inovatif sehingga keilmuan dan kompetensi yang didapatkan mahasiswa dari perguruan tinggi diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pasar kerja.
Ada sembilan kegiatan Kampus Merdeka yakni pertukaran mahasiswa, magang, mengajar di sekolah, penelitian, membangun desa, studi/proyek mandiri, kewirausahaan mahasiswa, proyek kemanusiaan dan bela nagara. (din)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik