Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menjelaskan, era society 5.0 memaknai bahwa manusia yang menjadi 'episentrumnya'. Sedangkan kemajuan teknologi adalah basis pendukungnya. Bukan sebaliknya, di mana manusia menjadi obyek atau bahkan korban dari kemajuan teknologi.
"Dalam konsepsi ini, penting bagi kita untuk memastikan bahwa nilai-nilai luhur dan fundamental bangsa dalam kehidupan sosial kemasyarakatan tetap lestari. Tidak justru tergeser dan terpinggirkan sebagai dampak dari kemajuan teknologi," jelas Bamsoet.
Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan bagi bangsa Indonesia, nilai-nilai luhur dan fundamental tersebut telah terkristalisasi dalam rumusan sila-sila Pancasila. Dimana terlahir di tengah-tengah kehidupan kebangsaan yang menjunjung tinggi konsep kebhinekaan dalam keberagaman.
"Karena itu, di era society 5,0 yang pada prinsipnya memuliakan nilai-nilai kemanusiaan, maka implementasi nilai-nilai Pancasila dan semangat kebinekaan harus selalu menjadi komitmen kolektif, membumi, dan senantiasa hadir mengisi ruang publik. Kegiatan Pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru ini harus mengingatkan kembali mengenai pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila dan semangat kebhinekaan, khususnya dalam lingkungan pendidikan tinggi," pungkas Bamsoet. (din)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik