Mahasiswa Keperawatan Jadi Relawan Vaksinasi untuk Percepat Herd Immunity

Aan haryono, Koran SI · Kamis 12 Agustus 2021 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 12 65 2454580 mahasiswa-keperawatan-jadi-relawan-vaksinasi-untuk-percepat-herd-immunity-lRwzjCM7gW.jpg Mahasiswa Keperawatan tengah memvaksin warga (foto: MNC Portal/Aan)

SURABAYA - Munculnya varian virus Covid-19 seperti Alpha dan Delta tak lagi membuat herd immunity harus terpenuhi minimal 70%.

Kemampuan varian Alpha dan Delta yang menyebar lebih cepat membuat angka herd immunity yang harus dicapai naik menjadi 80 hingga 90%. Percepatan vaksin yang dilakukan tentu juga membutuhkan tenaga yang lebih banyak. Kendati demikian permasalahan lain juga bermunculan seperti banyaknya tenaga kesehatan yang turut terpapar Covid-19.

Baca juga:  Kejar Target Herd Immunity, Polres Tanjung Priok Vaksinasi 1.000 Warga per Hari

Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) mengabdikan diri menjadi relawan vaksinasi. Relawan vaksinasi tersebut terbagi menjadi dua kelompok yakni relawan vaksinasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan dan relawan Gresik Tangguh.

Baca juga:  Jangan Khawatir, Kemensos Jamin Warga Belum Punya NIK Tetap Divaksin

Jumlah relawan vaksinasi Dinkes Lamongan sebanyak 19 orang sedangkan relawan Gresik tangguh sebanyak 16 orang yang terdiri dari mahasiswa semester 6. Mereka diterjunkan di lapangan sebagai relawan.

Riris Ayuni Firdha selaku perwakilan mahasiswa yang menjadi relawan vaksinasi Dinkes Lamongan mengatakan bahwa dalam sehari kuota vaksinasi yang disediakan adalah sekitar 100 hingga 300 vaksin.

“Kegiatannya itu membantu pelaksanaan di masing-masing wilayah kerja puskesmas yang sudah dibagi oleh Dinkes. Sehari kuotanya beda-beda antara 100 sampai 300,” terangnya.

Sementara itu, Alvionita Chumaidi Putri sebagai perwakilan mahasiswa relawan Gresik tangguh mengatakan dalam sehari sasaran vaksinasi sebanyak 200 hingga 500 vaksin.

“Kegiatan yang dilakukan seperti melayani pendaftaran, screening, hingga observasi pasca vaksinasi dengan 200 hingga 500 sasaran per hari,” ujarnya.

Pandemi Covid-19 merupakan masalah bersama, penanggulangannya tidak akan maksimal jika hanya sepihak yang melakukan namun harus bersama-sama. Makanya Riris dan Alvionita serta mahasiswa lain yang tergabung dalam relawan vaksinasi merasa bahwa sebagai mahasiswa kesehatan mereka punya peran besar untuk membantu penanggulangan Covid-19 utamanya dalam tercapainya herd immunity.

“Semoga masyarakat bisa lebih antusias lagi dalam mendapatkan vaksin. Terkadang ada saja ditemukan kelebihan kuota karena masyarakat yang tidak mau divaksin, padahal saat ini vaksin sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Mahasiswa D3 Keperawatan yang ikut berperan aktif sebagai relawan vaksinasi berharap dengan keikutsertaan mereka dapat mempercepat tercapainya herd immunity.

“Dengan gencarnya proses vaksinasi dilakukan, semoga jumlah masyarakat yang mendapat dosis 1 atau 2 vaksin Covid-19 semakin meningkat. Semoga herd immunity juga segera tercapai,” kata Alvionita. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini