BALI - Gubernur Bali Wayan Koster akan melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan di kabupaten/kota untuk menjadi "swaber" yang bertugas membantu tenaga medis puskesmas melakukan tes usap Covid-19.
"Tenaga 'swaber' dari mahasiswa akan bergabung dengan tim 'swaber' dan 'tracer' (petugas pelacakan) dari TNI dan Polri untuk bergerak bersama-sama," kata dia di Denpasar.
Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Terus Turun
Pelibatan mahasiswa tersebut menjadi tenaga tes usap merupakan salah satu butir yang menjadi keputusan rapat bersama antara Gubernur Bali Wayan Koster, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak pada Senin ini sebagai strategi mempercepat penurunan kasus Covid-19.
Baca juga: Polisi Salurkan 12 Ton Oksigen ke Rumah Sakit dan Warga DIY
Ia menjelaskan, rencana pembentukan beberapa tim sesuai jumlah lokasi yang ditargetkan untuk pelacakan dan pengetesan kasus di tempat.
"Kontak erat yang harus di-'tracing' dan 'testing' (pengetasan) adalah keluarga, tetangga kontak erat dan tempat bekerja," ucapnya.