Cerita Diva, Mahasiswa UNAIR yang Lolos Pertukaran Mahasiswa ke Polandia

Neneng Zubaidah, Koran SI · Senin 09 Agustus 2021 10:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 09 65 2452903 cerita-diva-mahasiswa-unair-yang-lolos-pertukaran-mahasiswa-ke-polandia-Erp33o31I5.png Adinda Mauradiva (foto: istimewa)

JAKARTA - Adinda Mauradiva berhasil lolos Student Mobility for Communication Student tahun 2021 ini. Program yang diadakan Erasmus itu mengantarkannya untuk belajar ke University of Opole, Polandia, hingga bulan Februari nanti.

Berawal dari informasi yang dibagikan dosen, membangkitkan keinginannya untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa ke luar negeri. Diva, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa ia sudah berkeinginan untuk mengikuti program pertukaran pelajar sejak semester tiga.

“Sejak semester tiga itu udah pengen ikut exchange, tapi karena ada kegiatan yang nggak bisa ditinggalin, jadi aku postponed,” tutur Diva seperti dilansir dari laman resmi UNAIR di unair.ac.id.

Baca juga:  Persiapan Blended Learning, Ribuan Mahasiswa UNAIR Vaksinasi Massal

Kesempatan pertukaran mahasiswa ini, bagi Diva, merupakan angin segar setelah melewatkan program Indonesian International Students Mobility Awards (IISMA) Kemendikbudristek. Keberuntungan akhirnya berpihak pada Diva, ia berhasil lolos dari empat orang lain yang juga ikut mendaftar.

“Aku sebenarnya dari dulu pengen ke Eropa dan sekarang ini ada program ke Eropa Timur. Aku mikir kenapa nggak dicoba aja, dan Alhamdulillah keterima,” ungkapnya.

Baca juga:  Mahasiswi Unair Ciptakan Kukis dari Cangkang Telur Pencegah Osteoporosis

Meskipun waktu persiapan begitu mepet, Diva dapat melengkapi seluruh persyaratan. Ia juga mengatakan bahwa persyaratannya tidak banyak namun keterbatasan waktu yang menjadi tantangannya.

“Nggak banyak, sih, persyaratannya. Tapi aku dikasih taunya pas udah mepet jadi cuma beberapa hari gitu, buat siapin,” Diva menjelaskan.

Persyaratan yang harus disiapkan Diva antara lain berupa CV, motivation letter, personal statement, English certification, dan paspor.

“CV kan, udah ada. Jadi tinggal buat motivation letter dan personal statement gitu. Yang aku nggak punya itu paspor dan ELPT-ku expired jadi selama beberapa hari itu cari TOEFL prediction, tes sana-sini. Waktu itu juga lagi PPKM kan, buat paspor agak sulit tapi pasti ada cara buat dapat cepat,” imbuhnya.

Sebelum berangkat ke Polandia pada 20 September nanti, Diva harus melengkapi dokumen lain. Dan dalam waktu dekat ini, Diva juga mesti ke kedutaan untuk mengurus visa keberangkatan.

“Aku belum revisi courses, mengisi mata kuliah yang bakal aku ambil di UNAIR buat semacam learning agreement, ngajuin dana,” jelasnya.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2018 tersebut mengatakan, untuk rencana kegiatan di Opole pihak Erasmus tidak mewajibkan kegiatan lain selain mengikuti kuliah. Secara pribadi, Diva masih belum memiliki gambaran jelas untuk kegiatan yang akan diikuti karena masih sibuk dalam mempersiapkan dokumen pendukung.

“Sepertinya ya, kuliah aja. Aku juga lagi ngerjain skripsi, jadi pasti ya masih berhubungan sama yang di sini (Unair, Red) jadi nggak cuma yang di Opole aja,” lanjut Diva.

Mendapatkan kesempatannya untuk belajar di Polandia, Diva berharap akan menjadi pengalaman hidup yang berharga. Ia juga merasa dengan kedatangannya belajar ke Polandia dapat memperkuat hubungan kultural antara Indonesia dan Polandia. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini