Menanam bibit mangrove, lanjutnya, dapat menjadi pagar yang memagari Pulau Bawean untuk menanggulangi abrasi pantai. Ketika bibit sudah beradaptasi, akar akan terus membesar dan kuat nantinya bisa dijadikan penghadang dan pemecah ombak air laut.
Ekosistem mangrove bagi keberlangsungan hidup biota akuatik sangat vital. Mangrove berperan sebagai tempat mencari makan (feeding ground), tempat tumbuh berkembang organisme (nursery ground) dan sebagai tempat pemijahan (Spawning ground).
“Selain itu mangrove berperan besar dalam pengendalian perubahan iklim karena kemampuan hutan mangrove dalam menyimpan karbon (CO) lebih tinggi jika dibandingkan hutan di daratan,” jelasnya.
Annisa yang saat ini menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) terus belajar dan bertekad untuk memperkenalkan dan mengembangkan budidaya yang ramah lingkungan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. (din)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik