JAKARTA - Lima mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) menggagas aplikasi deteksi bernama Haltect. Mereka adalah Estit Raca Alda Nur Wakhid mahasiswa Kesehatan Masyarakat 2019; Sulthan Fathi Nur Alauddin mahasiswa Teknik lingkungan 2019; Ardelia Bertha Prastika mahasiswa Kebidanan 2019; Muhammad Rizky Widodo mahasiswa Kesehatan Masyarakat 2018; dan Salsabila Farah Rafidah mahasiswa Kesehatan Masyarakat 2018.
Baca juga: Mahasiswi Unair Ciptakan Kukis dari Cangkang Telur Pencegah Osteoporosis
Ketua tim Estit Raca Alda Nur Wakhid menjelaskan, Haltect dapat digunakan untuk menguji atau memeriksa adanya kontaminasi Babi pada olahan daging. Aplikasi berbasis teknologi UNP itu, memberikan sejumlah fitur tambahan yang menarik.
“Aplikasinya tidak hanya untuk menguji, tetapi ada fitur yang berupa edukasi terkait kehalalan dan lain-lainnya,” tutur mahasiswa yang kerap disapa Alda itu seperti dikutip dari unair.ac.id, Jumat (23/7/2021).
Baca juga: Didorong Cita-Cita ke Paris, Sopir Ojol Ini Berhasil Lulus Cumlaude S2 Unair
Menurut Alda, kehalalan produk olahan makanan merupakan masalah yang sangat serius. Seringkali ditemui beberapa pedagang curang yang mengganti atau menambahkan bahan produksi dengan daging Babi yang sekilas tampak mirip.
Oleh sebab itu, sambungnya, guna meminimalisir risiko tersebut perlu adanya pengawasan yang menjamin produk olahan agar tetap halal, aman, serta sehat dikonsumsi oleh masyarakat.
“Aplikasi yang kami beri nama Haltect Detector ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk mendeteksi sedini mungkin secara mandiri dalam membeli produk olahan daging. Karena dapat langsung diinstal melalui smartphone masing-masing,” ujarnya.