Kisah Bakorlak SAR UNS Evakuasi 3 Jenazah Insiden Perahu Terbalik Waduk Kedung Ombo

Tim Okezone, Okezone · Rabu 19 Mei 2021 12:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 19 65 2412234 kisah-bakorlak-sar-uns-evakuasi-3-jenazah-insiden-perahu-terbaik-waduk-kedung-ombo-2Lrt9HXIvT.jpg (Foto: UNS)

JAKARTA – Tiga korban tewas dalam insiden perahu terbalik di Waduk Kedung Ombo, Boyolali berhasil dievakuasi Badan Koordinasi Pelaksana (Bakorlak) Search and Rescue (SAR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Perahu yang mengalami insiden pada Sabtu 15 Mei 2021 tersebut mengangkut 20 penumpang di Waduk Kedung Ombo, Boyolali. Korban tewas yang dievakuasi Bakorlak SAR UNS terdiri dari dua anak-anak berjenis kelamin perempuan dan seorang perempuan dewasa.

Salah satu anggota Bakorlak SAR UNS, Faizal Pramudito Adi Sarno, S. Pd, menceritakan kisah di balik proses pencarian korban hilang insiden perahu terbalik tersebut.

Bakorlak SAR UNS turun ketika mendapat informasi kecelakaan nahas tersebut melalui grup WhatsApp relawan SAR pada Sabtu (15/5/2021) pukul 12.56 WIB.

Menurut Faizal, Bakorlak SAR UNS langsung menyiapkan tim beranggotakan 15 personel dan bergerak dari Mako SAR UNS dengan mengendarai mobil dan membawa sejumlah peralatan selam.

“Kami dari SAR UNS sampai sekitar pukul 17.00 WIB,” ungkap dia.

Baca juga: Jeritan Histeris Penumpang Perahu Tenggelam di Waduk Kedung Ombo Boyolali Bikin Merinding


Baca juga: BPBD Boyolali Terjunkan Penyelam Cari 9 Penumpang Perahu yang Tenggelam di Waduk Kedung Ombo

Sederet peralatan yang dibawa Bakorlak SAR UNS terdiri dari Mobil Land Rover dan Kijang SAR UNS, tiga set peralatan selam, satu engine LCR perahu karet, satu jerichan BBM perahu karet, tali kernmantel, tali Webbing, enam buah life jacket, dan HT.

Dia menegaskan, anggota tim penyelam yang disiapkan Bakorlak SAR UNS mayoritas sudah sering menangani kecelakaan air.

Faizal menceritakan selama proses pencarian korban hilang insiden perahu terbalik di Waduk Kedung Ombo, tim penyelam Bakorlak SAR UNS mengalami kendala jarak pandang di dalam air yang sangat terbatas. Hal itu dikarenakan kondisi air yang keruh dan berlumpur.

“Setiap kejadian kecelakaan di air dalam pencarian korban kendala utamanya adalah jarak pandang yang sangat terbatas. Bahkan, sama sekali tidak bisa melihat. Kedalaman waduk di area pencarian korban antara 15 sampai dengan 30 meter,” tutur Faizal.

Selain itu, tim penyelam Bakorlak SAR UNS juga mengalami kendala karena banyaknya tali tambatan dari warung apung dan keramba di dasar Waduk Kedung Ombo.

Sebelum benar-benar melakukan proses pencarian di Waduk Kedung Ombo, tim penyelam Bakorlak SAR UNS bersama dua personel Brimob melakukan observasi terlebih dahulu pada datum point/ titik utama dengan menggunakan perahu karet.

Setelah itu, tim penyelam Bakorlak SAR UNS mulai melakukan proses pencarian pertama. Dan, pada kedalaman sekitar 15 meter, korban anak berjenis kelamin perempuan berhasil ditemukan tim penyelam Bakorlak SAR UNS walau dalam kondisi sudah meninggal dunia.

“Dua penyelam dari SAR UNS melakukan pencarian. Kemudian, pada penyelaman kedua, tim berhasil menemukan dan mengangkat dua orang korban sekaligus, yaitu ibu-ibu dan anak perempuan. Penyelaman ketiga dan keempat nihil,” jelas Faizal.

Baca juga: Penumpang Asyik Selfi, Penyebab Perahu Terbalik di Waduk Kedung Ombo

Tiga korban tewas yang berhasil ditemukan tim penyelam Bakorlak SAR UNS dievakuasi dengan cara setiap penyelam yang menyusuri dasar waduk dipasangi tali yang terhubung dengan perahu karet.

Ketika korban berhasil ditemukan, maka penyelam langsung menarik tali yang terhubung di badannya sebagai kode agar relawan SAR yang berada di perahu karet segera menarik penyelam agar korban tewas juga ikut terangkat.

“Rencana semula jika menemukan korban maka semua korban akan ditali menjadi satu semua. Karena tim mengira semua korban saling berdekatan. Namun, karena menyesuiakan situasi maka setiap penyelam menemukan korban maka penyelam segera menarik tali penghubung untuk memberi kode,” ungkapnya.

Dalam proses evakuasi ini, terjadi insiden terlukanya salah seorang anggota tim penyelam akibat terkena pisau selam saat hendak melepaskan diri dari jeratan tali tambatan warung apung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini