Pajanan timbal dalam darah khususnya pada anak-anak dapat mengakibatkan penurunan tingkat kecerdasan, masalah kesehatan, bahkan berdampak sosial.
Oleh karenanya diperlukan upaya pengelolaan limbah berbahaya dan beracun yang lebih baik, terutama di sekitar pemukiman di Indonesia.
“Kami juga mengimbau agar masyarakat perlu diedukasi tentang bahaya timbal terhadap kesehatan dan diikutsertakan dalam pengendalian bahaya timbal. Demikian pula, penyedia layanan kesehatan anak perlu mengetahui tentang pentingnya memeriksa timbal dalam darah anak-anak, gejala yang ditimbulkan oleh keracunan timbal dan follow-up anak yang mempunyai kadar timbal darah 5 µg/dL atau lebih,” lanjut Prof. Nurhayati.
(Feby Novalius)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik